1,9 Juta KRTS di Jabar Terima Bansos Tahap IV

20
1,9 Juta KRTTS di Jabar Terima Bansos Tahap IV

BISNIS BANDUNG– Dalam pendistribusikan bantuan sosial (Bansos) Tahap IV sebagai upaya menjaga konsumsi rumah tangga masyarakat terdampak Covid-19, Pemprov Jabar menggandeng PT Pos, Bank BJB, BRI dan Bank Mandiri.

“Penyaluran bansos akan berbeda masing-masing pihak. Sebanyak 1.903.383 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) menjadi penerima bansos di akhir 2020. Besaran bansos tahan IV senilai Rp100 ribu,” kata Ketua Divisi Logistik Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat Arifin Soedjayana, Selasa (29/12/2020).

Arifin mengatakan untuk PT Pos akan memberikan bansos langsung kepada masing-masing KTRS sedangkan BRI akan menyiapkan bantuan tunai yang akan diberikan kepada perangkat desa/kelurahan untuk diambil di kantor cabang terdekat. Kemudian pihak desa yang akan membagikannya ke KTRS.

“Dan untuk yang di Bank BJB dan Mandiri akan memberikan bantuan yang diberikan kepada perangkat desa/kelurahan di lokasi yang sudah ditentukan masing-masing desa,” ujar Arifin.

Adapun detail jumlah KTRS masing-masing penyalur, PT Pos mendapat 1.114.616, Bank BJB 283.785, BRI, 479.402, dan sisanya Mandiri 25.780. Penerima KTRS di Jabar sendiri terdapat kurang lebih 5.000 desa, 626 kecamatan, dari 27 kabupaten/kota.

Sebanyak 1.903.383 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) menjadi penerima bantuan sosial tahap IV di Provinsi Jawa Barat dan pendistribusian khusus bagi warga terdampak pandemi Covid-19 tersebut berlangsung sepekan 23-30 Desember 2020.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jabar Dodo Suhendar di Bandung mengatakan ada sejumlah penyesuaian dalam bansos tahap IV, salah satunya besaran nilai bansos menjadi Rp100 ribu dalam bentuk uang tunai.

Dodo menjelaskan, dalam pendistribusian, pihaknya melibatkan kelurahan/desa. Kelurahan/desa pun dapat mengajak Ketua Rukun Warga (RW) agar pendistribusian bansos tahap IV lebih cepat.

Kelurahan/desa dapat mendistribusikan langsung ke rumah warga maupun menggelar pembagian secara terpusat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Jika pendistribusian dibagikan di kantor kelurahan/desa, pendistribusian bisa per RW dengan jadwal dan meja petugas dapat diperbanyak untuk menghidari kerumunan,” ucapnya.

“Sebagai bukti, penerima bansos harus difoto dengan kartu identitas. Jika penerima sakit atau tidak bisa datang ke kantor kelurahan/desa, dapat diwakilkan dengan membawa kartu keluarga,” katanya.(B-002)***