Bisa Ungkap Kasus Walau Sakit, Polisi Diberi Penghargaan

152

Sakit bukanlah halangan untuk beraktivitas. di kabupaten bandung, seorang anggota polri yang mengalami stroke, masih mampu mengungkap berbagai kasus kriminalitas yang terjadi di kawasan katapang dan sekitarnya. bahkan, karena sering mengungkap kasus dalam kondisi sakit, anggota polri tersebut diberi penghargaan akan diberangkatkan ibadah umroh oleh kapolres bandung.

Meskipun sedang menderita sakit stroke, inspektur polisi satu dwi noor haryono, seorang anggota polri yang berdinas di mapolsek katapang kabupaten bandung, dan menjabat sebagai panit reskrim, tetap beraktivitas sebagaimana anggota polri lainnya.

Dwi yang sudah dua puluh empat tahun mengabdi kepada negara sebagai anggota polri, terserang stroke sejak tiga tahun silam. tapi, penyakit yang dideritanya tersebut tidak dijadikannya halangan untuk tetap berdinas dan mengabdi sebagai pelayan masyarakat. buktinya, meskipun sulit berjalan, dwi tetap diposisikan di bagian satuan reskrim.

Berbagai kasus yang diungkap olehnya menjadi sorotan dari pimpinannya, kapolres bandung. terlebih, kasus penggagalan aksi perampokan dana bos atau bantuan operasional sekolah, senilai dua ratus sepuluh juta rupiah, di salah satu bank di katapang, kabupaten bandung. alhasil, dwi yang memimpin tiga anggotanya dalam menggagalkan aksi perampokan tersebut, diberi piagam penghargaan dan paket untuk beribadah umroh ke tanah suci mekkah. dwi juga mengungkapkan, penyakit yang dideritanya tidak dijadikan halangan, tapi motivasi untuk bekerja lebih giat.

Penghargaan diberangkatkan umroh terhadap empat anggota polsek katapang ini, merupakan salah satu bentuk dan upaya untuk memotivasi para anggota polri lainnya, agar bisa bekerja dan melayani masyarakat lebih giat, dan mengubah image buruk polisi di mata masyarakat.

Rezytia prasaja, bandung tv.