Penggunaan Uang Elktronik Masyarakat Masih Gamang

240

MULAI 31 Oktober ini, pembayaran tarif tol harus menggunakan kartu elektronik atau e-toll   di semua gerbang tol di Indonesia. Karena hukumnya wajib, jauh-jauh hari sebelum tanggal tersebut, banyak masyarakat pengguna jalan tol sudah memiliki kartu elektronik. Di beberapa gerbang tol, banyak pengendara yang masuk ke jalur khusus pembayaran nontunai. Namun masih banyak pula peristiwa masuknya kendaraan yang ke jalur khusus itu padahal sopirnya tidak memiliki karto elektronik. Ia harus memundurkan kendaraannya dipandu petugas kemudian masuk ke jalur konvensional.

Tanggal 31 Oktober dan seterusnya, tidak akan ada lagi kendaraan yang salah masuk seperti itu. Semua kendaraan pengguna jalan tol harus menggjnakan e-toll, tidak terkecuali. Artinya semua pemilik kendaraan harus memiliki kartu elektronik. Pemerintah berkeinginan melakukan mutasi dari cara pembayaran tun ai ke nontunai. Masyarakat didorong tidak membawa uang tunai ketika bepergian, baik berkendara maupun berbelanja. Menurut kacamata pemerintah, uang tunai akan tersimpan rapi di bank. Masyarakat sangat dimudahkan, aman, dan nyaman. Para pemilik uang terjamin, tidak akan menjadi korban kejahatan, praktis dalam bertransaksi.

Pengguinaan e-toll  dijadikan titik awal mutasi dari tunai ke nontunai itu. Penggunaan kartu elektronik di jalan tol menjadi ukuran, seberapa efektif penggunaan e-money. Masyarakat, mau tidak mau, akan menggunakan e-toll karena dipaksa. Sedangkan pengguinaan uang elewktronik untuk berbelanja, membeli tioket, dan sebagainya masih membutuhkan sosialisasi. Masyarakat kita agak sulit berubah dari kebiasaan. Proses jual beli dengan menggunakan uang tunai merupakan budaya yang turun-temurun. Banyak orang yang justru merasa tidak praktis ketika harus membeli kartu nontunai untuk berbelanja. Kebiasaan baru itu belum menjadi budaya masyarakat.

Hal itu terbukti, penggunaan uang elektronik untuk keperluan di luar e-toll  masih sangat kecil baru mencapai 0,1 persen, seperti dimuat PR (16/10). Dilihat dari angka pengguinaan uang nontuinai, benar terus meningkat. Tahun 20016 mencapai Rp 7,06 triliun sedangkan tahun sbeleumnya berada pada angka Rp 5,28 triliun. Terjadi kenaikan yang cukup besar, namun dilihat dari uang yang beredar,. Angka itu masih terbilang sangat sedikit.