Bayi Terlahir Sumbing Tanpa Dinding Mulut Atas

275

Seorang bayi di kabupaten Sumedang Jawa Barat, terlahir dalam keadaan bibir sumbing, dan dinding rahang mulut atas atau labio valatoschizis-nya tidak ada. Dibutuhkan operasi pemasangan feeding pada mulut bayi tersebut. Biaya operasi yang besar dan di luar jaminan jampersal pemerintah kabupaten Sumedang, membuat kedua orang tuanya banting tulang mencari biaya untuk operasi.

Di gang talun tengah, kecamatan Sumedang Utara, kabupaten Sumedang, pasangan Ajat Sudrajat dan Ratna Ningsih, orang tua bayi yang telahir sumbing tinggal. bayi mereka bernama Wahyu Nugraha. Sang bayi terlahir dengan kelainan pada mulut dinding rahang atas atau labio valatoschizis. Malangnya, bukan menyusui sang anak, Ningsih harus terpisah dari anaknya yang masih intens dalam perawatan rumah sakit umum daerah Sumedang, sejak dilahirkan Sabtu 14 oktober.

Beruntung, sebagian biaya persalinan ditanggung jampersal. namun, biaya lain seperti obat hingga operasi, masih ditanggung pribadi.

Ayah bayi, Ajat Sudrajat, hanya seorang buruh pijat. Dengan memijat pasien dan penghasilan tak menentu, Ajat mencari tambahan penghasilan untuk operasi anaknya yang dijadwalkan pada 23 Oktober.

Setiap hari, ajat menjenguk Wahyu Nugraha yang masih dalam perawatan intens di ruang Melati RSUD Sumedang. Pihak rumah sakit membenarkan, operasi Wahyu akan dilakukan pada 23 Oktober. Operasi terkendala umur bayi yang masih riskan. Tim dokter akan memprioritaskan pemasangan feeding plate pada atas rahang mulut, agar bayi tidak tersedak saat diberikan susu.

Keluarga Wahyu Nugraha hanya bisa mengharapkan bantuan dermawan, terkait biaya pemasangan feeding plate yang harus diganti secara berkala setiap minggu. Satu kali pemasangan feeding plate, membutuhkan biaya satu juta rupiah.

diki darusman, bandung tv.