Belekok, ke Mana EngkauTerbang?

178

APABILA kita naik kereta api Bandung-Cicalengka, kita akan melewati bentangan rawa (ranca-Sunda). Genangan air yang menyerupai danau itu terletak antara Stasiun Gedebage sampai Rancaekek. Dulu orang menyebut ranca itu Ciendog yang terdiri atas dua atau tiga ranca yakni Rancacili, Rancabayawak, yang betrbatasan dengan Rancakasumba di sebelah selatan kawasan itu. Kawasan itu diyakini sebagai sisa Dano Bandung.

Ranca yang sangat luas itu hanya dapat ditanami padi ketika musim kemarau. Pada musim hujan, ranca itu cukup dalam dan airnya penuh. Pada  ”pulau-pulau” dan pematang ranca itu terdapat betrbagai tumbuhan yang dihuni berbagai jenis burung. Burung yang paling banyak di kawasan itu hahayaman, belekok, bukaupih,  dan sedikit bangau di samping burung oceh, seperti titimplik, ciung, jalak, kerak munding, dan sebagainya. Sampai tahun 80-an di sepanjang jalan raya Bandung-Cicalengka dan Bandung – Majalaya, masih banyak orang yang berjualan burung hahayaman yang masih hidup. Para pemburu biasanya menggunakan jaring untuk menangkap burung di tepi ranca-ranca itu. Kata orang yang menyukainya, daging burung hahayaman dan bukaupih jauh lebih enak dibanding daging ayam.

Setelah pembangunan jalan by-pass, Soekarno-Hatta selesai kemudian disambung dengan pembangunan Jalan Tol Padaleunyi, pembangunan di sepanjang kedua jalan utama itu tidak terbendung lagi. Kiri-kanan kedua jalan itu makin hari makin penuh dengan bangunan, terutama perumahan. Ranca yang tadinya terbentang luas dari Gedebage sampai Rancaekek itu makin menyempit bahkan hilang sama sekali. Rancaekek dari ranca lainnya berubah jadi kota, Gedebage benar-benar berubah menjadi kawasan hunian mewah, hotel, dan perkantoran.

Panghuni cekungan Bandung sebelah timur itu , yakni burung, biawak, kura-kura, bernagai jenis ikan, kehilangan habitatnya. Sebagian besar punah bersama perubahan lingkungan itu. Dari beraneka ragam penghuni ranca itu kini tinggal beberapa puluh ekor burung belekok atau disebut juga kuntulkebo.  Burung-burung berwarna putih berkaki, dan berparuh  agak panjang itu berkumpul, membuat habitat baru. Mereka menempeti beberapa rumpun bambu dan satu dua pohon besar di Rancabayawak. Sedangkan hahayaman, bukaupih, dan bangau menghilang atau punah sama sekali.