Generasi Milenial dan Angkatan 28 Dari Angkatan 28 ke Milenial

149

Generasi muda yang tengah berkiprah dalam dunia politik itu merupakan generi milenial. Mereka lahir tahun 90-an. Darah muda metreka masih sangat segar. Sebauh bangsa dan negara yang diusung generasi milenia, yakin akan tumbuh menjadi bangsa dan negara sangat maju. Namun masyarakat banyak yang metrasa khawatir, para pejuang muda itu justru lebih mementingkan kedudukan. Menjadi gubernur, wwalikota atau bupati benar-benar sebagai tujuan akhir, bukan tujuan antara. Metreka lupa, jabatan politik itu hanya sebagai sarana menuju kesejahteraan rakyat.

Tolok ukur kesejahteraan rakyat itu antara lain, pertumbuhan ekonomi naik, pendidikan menghasilkan kaum intelektual mumpuni, ketahanan pangan lebih kuat, industri maju tanpa dampak negatif bagi lingkungan hidup, lapangan kerja cukup tersedia, kebudayaan terpelihara sehingga menghasilkan masyarakat yang berkarakter. Apakah para bakal calon, mampu menciptakan keadaan seperti itu? Karakter masyarakat Jawa Barat berbeda dengan karakter orang luar. Orang yang tidak memahami budaya masyarakat Jabar, tidak akan mampu mengelola pemerintrahan di Jawa Barat.

Masyarakat juga khawatir, generasi milenia ini tidak punya perhatian terhadap etika dan hukum yang berlaku, baik regional maupun nasional. Sekadar contoh, peranan kaum muda dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi, terasa masih sangat kurang. Banyak kaum muda yang malah a[patis dalam menghadapi masalah korupsi di negeri ini. Menurut aktivis Indonesia Coruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana (25) seperti dimuat KOMPAS 25/10, kaum milenial sadar bahqwa korupsi itu dapat menghancurleburkan bangsa dan Negara. Namun meraka merasa tidak pernah mendapat rule-model atau teladan dari generasi sebelumnya. Banyak oknum generasi pramilenial itu yang justru menjadi pelaku korupsi.

Para bakal calon gubernur, walikota, bupati yang sekarang tengah berjuang mencapai kedudukan politis itu, seyogianya tidak harus terus menerus menunggu contoh dan teladan generasi sebelumnya. Mulailah dari diri masing-masing melawan, setidak-tidaknya, mengharamkan korupsi itu bagi diri dan keluarganya. ***