Proyek Besar Antisipasi Banjir di Kota Bandung

527

BISNIS BANDUNG- Proyek besar mengantisipasi banjir di Kota Bandung terus dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi akibat cuaca ekstrem saat ini. Dalam musim hujan ini warga diimbau selalu berhati-hati dan siaga. ”Pemkot Bandung terus melakukan antisipasi baik makro maupun mikro. Pemkot selama ini melakukan proyek besar untuk mengantisipasi genangan air maupun banjir,” tutur Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil di Taman Sejarah Kota Bandung, pekan ini.

Kang Emil sapaan akrabnya menyebut sodetan Pasteur sudah rampung dan diharapkan banjir tidak terjadi lagi. Kemudian tol air Pagarsih sedang berlangsung, diharapkan setelah selesai proyek tersebut bisa meminimalisasi aliran air yang mengalir.

Pemkot Bandung pun melakukan proyek di 15 ruas trotoar dengan gorong gorongnya. Jalan tersebut meliputi, Setiabudi, Elang Raya, Hariangbanga, Taman Sari, Wastukancana, Aceh, serta Alun-alun Timur. Di kewilayahan pun melakukan pembersihan di 3000 sumur resapan.
“Situasi ini tidak menjamin 100 persen banjir akan surut, tetapi kita berupaya agar banjir itu bisa berkurang. Intinya Pemkot Bandung bergerak setiap masalah, “ujarnya. Wali Kota sudah menginstruksikan kepada seluruh SKPD terkait untuk bersiaga penuh non stop mengantisipasi kejadian bencana alam.

DPU siap dengan unit reaksi cepatnya, DPKP3 siaga memetakan titik-titik pohon yang berpotensi tumbang dan melakukan pemeliharaan dengan memangkas atau bahkan menebang pohon yang memang sudah semestinya ditebang, Diskar siap sedia dengan command center dan penyiagaan personel apabila ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Langkah penanggulangan pun sedang kami laksanakan di antaranya lima pekerjaan besar yakni normalisasi sungai Citepus di Pagarsih yang merupakan langganan banjir, normalisasi Citepus setelah jalan Pagarsih, normalisasi sungai Cidurian, Cipamokolan daerah Soekarno-Hatta, dan Cikapundung daerah Sukaluyu.”jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menyampaikan, selain membangun gorong gorong, Pemkot juga membangun kolam retensi di Sarimas dengan luas 6000 meter persegi, serta rumah pompa di kawasan Sukamiskin. Hal tersebut terus dibenahi agar bisa mengantisipasi banjir di setiap wilayah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan Arief Prasetya mengungkapkan jumlah pohon di Kota Bandung cukup banyak dan usianya pun sudah tua dan yang berumur di atas 50 tahun antara 400-600 populasi pohon. Menghadapi hujan tinggi disertai angin saat ini DPKP3 fokus untuk pemeliharaan dan pengawasan pohon dan tanaman.

Dalam hal penanggulangan bencana, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdi Ligaswara menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan sampai 27 ribu relawan untuk menghadapi jika ada bencana. Relawan tersebut di antaranya dari unsur linmas, kewilayahan dan komunitas. (B-002)***