Akhir Tahun, Pemerintah Yakin Inflasi Terkendali

552

Pemerintah pusat yakin, di akhir tahun, inflasi hanya naik paling tinggi nol koma tujuh persen, sehingga tahun ini angkanya tidak melebihi empat persen. hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Koordinator Perekonomian Menko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, di Jakarta, Senin siang.

Ditemui usai pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia 2017, di Jakarta, Senin siang, Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian R-I,  Iskandar Simorangkir menyatakan, dirinya optimis, inflasi pada natal dan tahun baru tidak setinggi sebelumnya. Dari inflasi sebesar 2 koma 67 persen yang dialami Indonesia pada Oktober 2017, diperkirakan hanya akan terjadi peningkatan sebesar nol koma enam atau nol koma tujuh persen. Hal tersebut karena, sudah ada satgas yang menangani, dan harga eceran tertinggi pun sudah dipagari. Menurut Iskandar, belum dioperasikannya sebagian ruas tol trans jawa tidak akan berpengaruh besar pada inflasi, karena kementerian perhubungan sudah melakukan langkah-langkah mitigasi.

Sementara itu, untuk upaya pengendalian inflasi, diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan pihak perbankan. Seperti yang dicontohkan gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang telah menerapkan sistem sehati bersama Bank Indonesia. Menurut Ganjar, sistem yang telah dijalankan selama setahun tersebut, efektif jika dilaksanakan di daerah. Minimal kepala pasar setiap kabupaten kota, mengevaluasi harga setiap hari. Monitoring dengan pemerintah daerah pun dilakukan melalui virtual meeting.

Dengan terjaganya tingkat inflasi dalam posisi rendah, daya beli masyarakat pun akan terjaga. selain itu, bunga deposito pun akan turun. Deputi gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara pun menyatakan, meningkatkan sumber deviasa menjadi salah satu cara agar inflasi tetap rendah dan terkendali, salah satunya dari sektor pariwisata yang saat ini tengah digenjot.

Tahun ini, kontribusi sektor pariwisata pun mencapai 13 koma 7 juta dolar amerika. Namun, kontribusi tersebut masih lebih rendah dibandingkan sebagian besar negara lainnya di Asia, seperti China, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Budi Hartati, BandungTV.