Teknik Berkendara Saat Turun Hujan

482

Berkendara saat turun hujan bukan perkara mudah. Kondisi jalan yang licin dan kurangnya visibilitas membuat pengemudi harus ekstra hati-hati. Menurut Jusri Pulubuhu, Pendiri Jakarta Defensive Driving, potensi kecelakaan akan lebih tinggi pada musim penghujan. Selain faktor lingkungan, kurangnya pemahaman teknik berkendara juga jadi faktor pemicu.

“Di saat hujan, cengkraman roda pada permukaan jalan sedikit berkurang. Hal tersebut karena keadaan jalan yang basah,” kata Jusri. Kondisi itu, lanjutnya, membuat jarak pengereman semakin panjang. Sehingga kurangnya cengkraman tapak ban ke permukaan jalan membuat mobil atau motor bisa mengalami hilang kendali.

Ada enam titik bahaya yang menjadi ancaman ketika berkendara saat hujan. Baik mobil maupun motor harus memperhatikan segala bahaya dan ancaman yang berasal dari enam sisi ; atas, bawah, kanan, kiri, depan, dan belakang.

Dari atas misalnya, ketika dalam melewati area yang memiliki pohon besar, yang perlu diantisipasi adalah benda yang jatuh dari atas. Begitu dengan area-area lain, seiring minimnya visibilitas saat hujan.

”Tidak semua orang berkonsentrasi penuh ketika berkendara saat hujan, jadi segala sudut sisi bisa menjadi sebuah ancaman bagi pengendara,” tuturnya.
Berikut adalah teknik berkendara aman saat hujan:

1. Lakukan akselerasi dan deselerasi secara bertahap. Jangan melakukan pe­ngereman secara spontan.

2. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain agar bisa mengantisipasi ancaman yang tidak terprediksi.

3. Pahami dan perhatikan keadaan yang terlihat dan terindikasi dapat menjadi sebuah ancaman. Karena dalam konteks ini, segala kemungkinan bisa saja terjadi.

4. Dalam keadaan hujan, sangat me­mungkinkan ada kendaraan yang berlawanan arah secara tiba-tiba melaju tidak pada jalurnya. Hal ini harus diwaspadai oleh pengendara.

5. Ketika melihat genangan air yang menutupi seluruh permukaan jalan, segera lakukan perlambatan. Hal ini harus diperhatikan, karena tidak menutup kemungkinan adanya jalan berlubang yang dapat membahayakan pengendara.

6. Selalu pelihara komunikasi dengan pengendara lain. Hal ini mengartikan bahwa setiap pengendara harus selalu memberikan indikasi dari awal ke pe­ngendara lain, seperti menyalakan lampu sein ataupun pergerakan lain yang bisa dijadikan kode untuk pengendara lain.

7. Segera lakukan perlambatan apabila melihat genangan air. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ‘hydroplaning’, atau kondisi saat air terakumulasi di depan ban kendaraan.
Serta menghindari terjadinya ‘aquaplaning’, atau kondisi ban kehilangan traksi pada aspal karena tapak ban yang tidak sanggup membuang air. (E-002)***