Comro Makanan khas Tanah Pasundan

367

Kekayaan kuliner tanah Pasundan sudah lama dikenal. Berbagai macam penganan menjadi ciri khas tersendiri. Kuliner khas tanah Pasundan antara lain, peuyeum (singkong atau ketan), nasi timbel, sate maranggi, hingga bandrek dan bajigur.

Selain berbagai macam kuliner tersebut ada lagi peĀ­nganan kuliner khas Jawa Barat, yakni oncom yang banyak dijumpai sebagai pelengkap/campuran ragam kuliner Jawa Barat , misalnya goreng comro dan nasi tutug oncom. Dua kuliner itu merupakan ikon kuliner tanah Pasundan. Oncom merupakan makanan olahan yang berasal dari kedelai, bahan baku tahu dan tempe. Proses pembuatan oncom hampir mirip dengan tempe, melalui proses fermentasi.

Ada dua jenis oncom , yakni oncom merah dan oncom hitam. Kalau oncom merah berasal dari bungkil tahu (kedelai yang telah diproses menjadi tahu), sedangkan oncom hitam berasal dari bungkil kacang tanah (kacang tanah yang telah diekstrak untuk diambil minyaknya), biasanya oncom dicampur dengan tepung singkong / tapioka dalam proses pembuatannya untuk menghasilkan tekstur yang lebih lunak.

Meskipun oncom dibuat dari ampas atau bisa dibilang sebagai limbah, tapi kandungan gizinya masih tinggi, sehingga masih bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang lebih murah bagi manusia.

Untuk mendapatkan oncom berkualitas baik, kita harus memperhatikan beberapa karakter dan cirinya. Biasanya oncom yang dijual selalu disertakan contoh oncom yang dipotong diagonal untuk dilihat penampilan penampang bagian dalam oncom.

Hal yang membedakan kualitas oncom adalah kualitas kacang tanah dan kepadatan kandungan kacang tanah. Banyak hidangan yang bisa dibuat dari oncom, dan hal tersebut sudah umum karena kita banyak menemukan variasi makanan yang menggunakan oncom.
Selain sebagai bahan isian comro serta nasi tutug oncom. Kita bisa juga menemukan oncom dalam toping surabi,ulukuteuk leunca, sambal cocol serta ketan bakar, selain isian lontong.

Dibandingkan tempe, oncom lebih banyak diolah menjadi bahan pendamping berbagai jenis makanan karena memiliki tekstrur basah. Kekayaan kuliner tanah Pasundan ini , hingga sekarang masih terjaga keberadaannya, hal ini bisa kita pahami karena kebutuhan akan oncom masih cukup besar. Terlebih potensi kuliner di Jawa Barat yang terus berkembang. (E-001) ***