Kelas Menengah Mesin Pertumbuhan Ekonomi

30

DIREKTUR Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A.Chaves,  menyebutkan, di Indonesia terdapat 115 juta penduduk yang tidak termasuk miskin dan rentan miskin. Kelompok itu belum masuk ke dalam kelas menengah. ”Bank Dunia mendorong pemerintrah Indonesia membuat kebijakan mengangkat  lebih banyak penduduk, terutama 115 juta penduduk itu masuk ke kelas menengah,” katanya  pada seminar potensi perekonomian Asia Timur abad ke-21.

Dalam seminar itu dilaporkan Bank Dunia membagi penduduk Indonesia ke dalam beberapa kelompok. Antara lain, kelompok terbawah yakni penduduk miskin yang pendapatannya sekira Rop 350.000 perorang perbulan. Jumlahnya ada 11 persen dari populasi (tahun 2016).  Di atasnya ada kelompok rentan atau masyarakat yang berada di atas garis kemiskinan. Kelas itu rentan jatuh miskin, jumlahnya 24 persen dari populasi Kemudian kelas menengah, jumlahnya 20 persen dari populasi.

Kelas menengah itulah yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.  Mereka menyumbang 50 persen pajak, baik langsung maupun tidak langsung. Sekira 43 persen masyarakat  kelas menengah pemilik perusahaan dan mempekerjan karyawan. Mereka juga menyumbang hampir separuh konsumsi rumah tangga nasional dan berinvestasi terutama pada pembangunan anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa.