Setelah Soroja Resmi Digunakan

33

MESKIPUN  masih ada beberapa bagian yang belum 100 persen selesai, Jalan Tol Soreang – Pasirkoja diresmikan Presiden Joko Widodo Senin 4 Desember 2017.

Warga Kabupaten Bandung bersuka cita atas dibukanya jalan tol sepanjang 10,57 km itu. Mereka nyaris patah semangat menanti tol pendek itu selesai. Pasalnya, jalan yang diyakini sebagai pemecah kemacetan kendaraan di jaslan antara Kota Bandung – Soreang itu, termasuk proyek yang berjalan sangat lamban.

Menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, jalan itu sudah mulai diwacanakan pada tahun 1996. Mulai dirancang, baik teknis maupun nongteknis pada tahun 2012. Eksekusinya dilakukan pada tahun 2015 dan baru dapat dioperasikan Desember 2017. Pembangunan Tol Soroja mengalami keterlambatan karena berbagai faktor, antara lain pembebasan lahan. Penjajagan penyediaan lahan dari Soreang hingga Pasirkoja itu dilakukan awal tahun 2000. Pelaksanaannya sangat alot. Banyak sekali pemilik lahan yang bertahan sehingga sulit mencapai kesepakatan harga.

Akibatnya, pembangunan Tol Soroja yang dirancang pada era kepemimpinan Bupati Obar Sobarna itu hampir-hampir memecahkan rekor pembangunan infrastruktur terlama, meskipun masih jauh lebih cepat dibanding pembangunan Bendung Jatigede, Sumedang. Kedua proyek itu sama-sama selesai dan diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun bagaimanapun, jalan tol yang sangat didambakan warga Kabupaten Bandung itu selesai juga. Benar,  masih ada beberapa bagian yang belum rampung, antara lain gerbang tol Katapang dan Margaasih sampai hari peresmian belum dapat dilalui kendaraan. Pengelola jalan tol masih harus menunggu peralatan penunjang jalan tol.