Setelah Soroja Resmi Digunakan

123

Warga yang sudah tidak sabar ingin mencoba menggunakan Tol Sorioja itu masih harus bersabar. Lebih baik digunakan setelah benar-benar rampung daripada langsung digunakan padahal masih banyak bagian yang masih dikerjakan. Warga khawatir, Jalan Tol Soroja seperti dipaksakan diresmikan agar tidak melewati tahun 2017. Tahun depan sudah masuk Tahun Politik. Semua pemamgku kepentingan, termasuk pemerintah akan sangat sibuk. Konsentrasinya terfokus pada pemilu.

Terlepas dari itu semua, Pemerintah Kabupaten Bandung, seperti diminta Presiden Joko Widodo, harus benar-benar siap setelah Tol Soroja resmi digunakan. Banyak sekali tantangan seturut Soroja rampung. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung harus selalu bekerja sama dengan Dinas Perhububngan Provinsi Jabar serta Polantas, dalam melakukan rekayasa lalulintas, baik di ujung maupun di tengah jalan tol itu. Diperkirakan, akan terjadi penumpukan kendaraan di Soreang dan Pasirkoja. Arus lalu lintas di Jl. Pasirkoja dan Jl. Soekarno Hatta (barat) akan semakin padat.

Jarak Tol Soroja murni hanya 8,5 km. Dengan volume dan frekuensi kendaraan Soreang – Pasirkoja dan sebaliknya yang semakin padat, dikhawatirkan panjang jalan tol itu tidak dapat menampung arus kendaraan. Hal itu akan terjadi ketika ada kegiatan nasional atau internasional di Gelanggang Olahraga Si Jalak Harupat. Semua suporter dan penonton akan menuju Soreang melalui  Jalan Tol Soroja.

Persiapan lainnya, Pemkab Bandung harus memberi fasilitas bagi pelaku usaha yang akan tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bandung sebelah selatan. Arus barang akan semakin mudah melalui tol. Dampaknya perekonomian Kab.Bandung akan tumbuh lebih cepat. Arus kunjungan wisata juga akan meningkat karena lancarnya lalu lintas. Infrastruktur menuju destinasi wisata yang cukup banyak di Bandung Selatan harus segera dibenahi. Jalan menuju Pangalengan dan Ciwidey masih sangat sempit karena itu harus segera diebarkan. Berilah pelayanan prima bagi para wisatawan agar mereka merasa aman dan nyaman. ***