1,8 Juta Tenaga Kerja Terserap Dari Target Pemprov Jabar Dua Juta Kesempatan Kerja

80

BISNIS BANDUNG- Dari target dua juta kesempatan kerja di Jabar selama lima tahun sampai Juni 2018, saat ini sudah tercapai 1.821.655 tenaga kerja yang terserap. Program pemerintah provinsi itu masih ada waktu tujuh bulan lagi untuk mencapai target yang ditentukan sesuai dengan janji kampanye Gubernur Jabar periode 2013-2018.

Berdasarkan data setiap tahunnya angkatan kerja di Jawa Barat sangat tinggi jumlahnya, dikarenakan jumlah penduduknya terbesar dibanding provinsi lainnya di Indonesia. “Pemprov Jawa Barat mendorong berbagai pihak salah satunya lembaga pendidikan agar turut serta dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada bursa kerja yang digelar oleh Disnakertrans Provinsi Jawa Barat di Bandung, baru-baru ini.

Berbagai program magang juga digagas, serta kerjasama dengan lembaga sertifikasi dengan SMK sehingga para siswa SMK setelah lulus sekolah tak hanya mendapat surat kelulusan, namun juga sertifikat kompetensi.

“Kerjasama dengan berbagai stakeholder, pemeritah provinsi, dan seluruh dunia usaha yag ada di Jawa Barat ini. Ini dihitung dari berbagai sektor sudah 1,8 juta. Berarti masih 180 ribuan lagi,” kata Aher.

Selain itu, berbagai upaya juga terus dilakukan dalam meningkatkan jumlah kesempatan kerja seperti program kewirausahaan, membuka peluang investasi, serta mendorong UKM kecil agar bisa memiliki prospek usaha yang bisa menjanjikan peluag kerja.

“Kemudian juga dengan pemerataan pendidikan. Karena dengan pemerataan pendidikan, ketika seseorang telah terdidik dengan baik, skill-nya dimiliki kan mendapatkan pekerjaan jadi lebih mudah,” kata Aher.

Program Serapan 2 juta Kesempatan Kerja dan Pencetakan 100 ribu Wirausaha Baru (WUB) Jawa Barat tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat, dengan salah satu isu strategisnya adalah “pengangguran dan masalah ketenagakerjaan”.

Sebagai gambaran, keadaan ketenagakerjaan di Jawa Barat (Data BPS Agustus 2016) terdiri atas tingkat pengangguran terbuka 8,89 persen dengan angkatan kerja Jawa Barat berjumlah 21.075.899 orang. Ada penambahan 489.543 orang pada kurun waktu satu tahun, setelah sebelumnya pada Agustus 2015 tercatat 20.586.356 orang.

Tingkat partisipasi angkatan kerja naik 0,31 persen dari 60,34 persen pada Agustus 2015 menjadi 60,65 persen pada Agustus 2016. Jumlah penduduk yang bekerja di Jawa Barat pada Agustus 2016 juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan Agustus 2015.

Pada Agustus 2016 penduduk yang be­kerja tercatat 19.202.038 orang atau me­ngalami kenaikan 2,18 persen, yaitu 410.556 orang dibandingkan Agustus tahun lalu 18.791.482 orang.

Untuk penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Barat pada Agustus 2016, tercatat adalah lapangan usaha perdagangan (27,80 persen) diikuti lapangan usaha industri manufaktur (20,23 persen) dan lainnya (18,36 persen).

Peluang kerja
Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat, Ferry Sofwan Arief, pihaknya juga melakukan berbagai upaya untuk membuka peluang kerja.

“Kami telah membuka gerai layanan informasi kerja di dalam informasi kerja online dan offline. Gerai online ini tersambung langsung dengan loker online Kementerian Tenaga Kerja RI. Kami juga menyiapkan bursa kerja secara online yang tersambung ke kabupaten/kota. Ada juga aplikasi yang memuat database pelamar dan perusahaan,” ujarnya.

Selain launching 2 juta kesempatan kerja, dalam acara yang digelar dari 29-30 November 2017 ini, ada pula bursa kerja yang menyediakan 2.200 lowongan kerja. Selain itu, ditampilkan gelar produk dari para pelaku usaha bidang Dinas Tenaga Kerja, serta hasil-hasil pelatihan para pelaku usaha. (B-002)***