Cara Merawat ”Wrapping Sticker” Kendaraan

190

Istilah wrapping sticker merupakan teknik modifikasi paling instan untuk mengubah penampilan mobil atau motor dalam sekejap. Namun ketika kendaraan Anda sudah dilapis wrapping sticker, perlu perawatan khusus.

Tomi Gunawan dari Tomi Airbrush menyebutkan, wrapping sticker merupakan teknik modifikasi dengan melapis sebagian atau seluruh panel bodi kendaraan dengan menggunakan stiker. “Saat ini ada tiga jenis wrapping sticker, pertama warna doff, kemudian warna mengkilap, sekarang sedang banyak dipakai warna-warna krom,” katanya.

Masing-masing warna wrapping sticker ini menurut Tomi, punya teknik perawatan tersendiri. Untuk warna-warna doff tidak dianjurkan atau bahkan dilarang dipoles dengan cairan wax ataupun compound. “Jadi cukup cuci bodi mobil atau motor pakai shampo dengan ph balance, setelah itu bilas dengan air, kemudian lap pakai kanebo atau lap micro fiber supaya lapisan sticker tak tergores,” ucapnya.

Penggunaan wax atau compound kata dia bisa membuat warna stiker yang telah menempel berubah. “Nantinya jadi belang-belang karena unsur warna doffnya hilang terangkat dengan wax,” tegas Tomi.

Sementara teknik perawatan berbeda dapat diaplikasikan untuk mobil atau motor yang sudah menggunakan wrapping sticker warna mengkilap. Pasca terkena hujan atau kotor, mobil atau motor bisa dicuci seperti biasa, dilap hingga kering, kemudian dilapis dengan cairan wax atau obat perawatan cat lainnya. “Dibuat lebih mengkilap cukup pakai wax atau cairan pelapis cat lainnya, tapi jangan pakai compound,” lanjut Tomi.

Untuk kendaraan yang sudah dilapis wrapping sticker krom perawatannya juga sama seperti warna-warna meng­kilap. Cukup cuci biasa kemudian diberi wax. Satu hal yang perlu diperhatikan bagi kendaraan yang sudah menggunakan wrapping sticker krom, mobil maupun motor jangan terlalu sering diparkir di bawah terik sinar matahari langsung.

“Sebisa mungkin pilih parkir di gedung atau di ruangan karena sticker krom tidak dilapis bahan UV protection sehingga bisa berubah warna kalau terlalu lama terkena sinar matahari,” ucap dia. Tomi juga menyarankan teknik pencucian mobil atau motor yang sudah dibungkus dengan wrapping sticker sebaiknya tidak disemprot dengan air bertekanan terlalu tinggi.

Untuk bagian-bagian berpenampang lebar, seperti pintu atau kap mesin boleh-boleh saja tetapi ketika di bagian tertentu seperti sela-sela pintu, bumper atau pun sudut-sudut lainnya yang menjadi tempat stiker tidak terlalu lengket, penyemprotan air yang terlalu kencang bisa membuat stiker terlepas dari permukaan bodi.

Jika teknik-teknik perawatan ini dilakukan dengan benar, menurut Tomi, sebuah wrapping sticker bisa bertahan hingga 2-3 tahun. “Sebenarnya dari produsen sticker direkomendasi sampai 5 tahun tapi kami menyarankan 2-3 tahun sudah dilapis ulang,” ungkapnya.

Usia pakai itu menurut Tomi , masih mudah untuk dilakukan pencopotan dari bodi kendaraan karena lem pada sticker belum mengeras. Bila masih ada sisa lem yang menempel di bodi pasca pelepasan wrapping sticker cukup dibersihkan dengan minyak kayu putih atau alkohol. “Kalau sisa lemnya banyak, biasanya pakai semprotan khusus pembersih sticker atau pakai minyak tanah yang dicelupkan sedikit ke kain bersih lalu dioles hanya di bagian yang masih terdapat sisa stiker. Setelah sisa lem sticker hilang segera dilap kering, kemudian mobil atau motor dicusi bersih,” tambah Tomi. (E-002)***