Presiden Targetkan Penggunaan Mobil Listrik Tahun 2040

240

BISNIS BANDUNG – Kendaraan listrik menjadi masa depan industri otomotif. Pemerintah Indonesia mendorong percepatan penggunaan kendaraan rendah emisi berbasis listrik untuk mencapai target penurunan CO2.

Sebagaimana diketahui, mengacu hasil Konferensi Perubahan Iklim Paris 2015 (COP21), pemerintah menargetkan pemangkasan emisi CO2 sebesar 29 persen pada tahun 2030.
Karena itu, regulasi tengah dipersiapkan pemerintah untuk mendorong komersialisasi dan industri kendaraan listrik di dalam negeri.

“Kami sangat mendorong, Perpres sedang dibuat. Penciptaan kendaraan listrik,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada ah wartawan termasuk kumparan OTO di Paris, Selasa (12/12). Jonan menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penerapakan penggunaan kendaraan listrik paling lambat pada tahun 2040.

“Saya tanya Mercedes-Benz Indonesia siapnya kapan? Dia bilang 2030, kita mencanangkan harapan banyak, presiden berharap paling lambat tahun 2040 , kita sudah mulai menggunakan mobil listrik, sudah mulai banyak,” ujar Jonan.

Sejumlah merek Jerman juga sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut memasarkan kendaraan listrik , termasuk Volvo yang mulai memproduksi kendaraan listrik sebelum tahun 2030. Sementara merek Jepang, menurut Jonan, lebih memilih mobil hibrida sebagai jembatan sebelum masuk ke full mobil listrik. “Banyak produsen Jepang menawarkan bagaimana kalau hybrid. Menurut saya , biarkan saja mereka berkompetisi,” imbuh dia.

Dalam persaingan di kancah kendaraan listrik, khususnya roda empat, pemerintah tidak memiliki strategi khusus untuk mendorong merek lokal. “Merek-merek lain saja yang penting ada.

Biar swasta saja yang bikin. Ini dua hal yang beda , misalnya untuk mobil listrik harus dibuat secara lokal. Ini memang jadi panjang lagi. Harapan saya sih bisa cepat, tapi berani enggak investornya berinvestasi,” kata Jonan.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan bahwa 20 % total produksi roda empat pada tahun 2025 sudah berbasis listrik. Kemudian untuk menggapai target itu, tahun 2025 disiapkan sekitar 1.000 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan akan menjadi 10 kali lipat atau 10.000 unit pada 2050. (E-002)***