Agar Turis Tidak Hanya Lewat

109

MUSIBAH meletusnya Gunung Agung, merupakan musibah juga bagi dunia kepariwisataan Indonesia. Banyak turis mancanegara yang membatalkan kunjungannya ke Pulau Bali. Bayak rencana perjalanan wisata mereka yang beralih ke luar Bali. Beruntung kalau mereka memilih tempat lain di Indonesia, yang terjadi justru banyak turis yang memilih negara lain sebagai tujuan wisatanya. Benar, masih banyak turis asing yang tidak terpengaruh letusan Gunung Agung. Mereka tetap datang ke Bali bahkan turut ”menikmati keindahan” gumpalan magma dan awan yang disemburkan gunung terbesar di Bali itu.

Tidak dapat dimungkiri turis domestik juga banyak yang urung pergi ke Bali. Sayang kalau mereka dibiarkan berlalu begitu saja. Terkendalanya Bali sebagai tujuan wisata seyogianya dimanfaatkan destinasi wisata lain di Indonesia. Para  turis itu diupayakan memilih tempat lain di Indonesia, jangan sampai megurungkan niatnya ke Bali karena mereka tidak tahu banyak destinasi wisata menarik di luar Bali.

Menurut pihak Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Yogyakarta, sebagaimana dimuat KOMPAS (13/12) perjalanan para truris, baik domestik maupun asing banyak yang memilih tinggal lebih lama di Yogyakarta dan berkunmjung ke tempat wisata di sekitarnya. Semarang dan Solo di Jateng menjadi salah satu persinggahan para turis mancanegara. Begitu pula Banywuangi dan Malang di Jatim sudah mulai jadi pilihan mereka akibat batal ke Bali.

Secara umum, para turis Eropa, terutama Belanda, sejak lama biasa melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bogor lalu ke Bandung, baru kemudian ke Yogya dan seterusnya. Artinya Jawa Barat hanya menjadi perlintasan para turis asing. Tujuan utamanya Yogya kemudian Bali. Sekarang dengan terjadinya musibah Gunung Agung, para turis dengan tujuan Bali, memilih memperpanjang kunjungannya di Yogyakarta. Dari satu malam ke dua malam, berlanjut ke tempat lain di Jateng dan Jatim.