Jelang Natal & Tahun Baru Satgas Pangan Diterjunkan

49

BISNIS BANDUNG- Satgas pangan yang terdiri atas kepolisian dan instansi terkait bakal diterjunkan, bila ada lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru 2018 di seluruh wilayah hukum Jawa-Barat.” Kami akan menerjunkan tim Satgas jika terjadi lonjakan harga,” tagas Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto kepada wartawan tatkala melakukan inspeksi mendadak di Pasar Sederhana Kota Bandung, pekan ini.

Ia menandaskan kalau ada lonjakan yang signifikan, maka tim satgas akan melakukan penyelidikan terhadap distributornya. Dan Satgas tersebut akan menyelidiki apakah kenaikan harga murni dari adanya kendala di petani atau distribusi maupun potensi penimbunan yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, maka Satgas pangan yang terdiri dari kepolisian serta instansi-instansi kedaerahan akan melakukan penyelidikan. “Kalau ada alat buktinya kita akan lakukan penyidikan,” katanya. Namun hingga pekan ini, menurut Kapolda Jabar belum ada lonjakan harga yang signifikan dari beberapa kebutuhan pokok.

Hanya beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan seperti telur, daging ayam, dan beras, namun semuanya masih dianggap wajar. “Ya, harga-harga yang naik masih relatif normal,” ucapnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung mencatat daging ayam yang sebelumnya di jual Rp.30.000, kini berada di posisi Rp.34.000. Kemudian telur dari Rp.20.000 menjadi Rp.24.000-25.000, beras dari Rp.93.000 menjadi Rp.10.500, dan cabai merah dari Rp.30.000 menjadi Rp.35.000.
Dinilai lumrah

Sementara itu Plt Kepalada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Hening Widiatmoko menilai wajar adanya kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok jelang perayaan Natal dan tahun baru 2018. “Menjelang hari besar nasional itu lumrah kalau ada tren peningkatan permintaan dan harga,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga bahan pokok saat perayaan hari besar keagaamaan wajar terjadi. Pasalnya, permintaan masyarakat akan meningkat, berbeda jika dibandingkan hari-hari biasa atau libur nasional. Akan tetapi, saat perayaan Natal, permintaan kebutuhan pokok tidak akan sebesar saat Idul Fitri. Sehingga, kenaikan harga diprediksi tidak akan terlalu melonjak tajam.

Ia meyakini jelang Natal dan tahun baru stok beberapa bahan pokok relatif aman. Dengan begitu, meski mengalami peningkatan harga, namun dengan adanya stok yang memadai, kenaikan tidak akan bertahan lama.

“Walaupun harga mungkin sedikit naik beberapa persen, tapi akan turun dengan sendirinya. Kenapa? Karena stok barang ada. Yang dikhawatirkan stok barang tidak ada akan menyebabkan peluang harga itu akan naik,” katanya. (B-002)***