Tahun 2018, Segmen LCGC Cenderung Menurun

188

Meski memiliki banderolan yang cukup terjangkau, mobil ramah lingkungan yang masuk program pemerintah atau Low Cost Green Car (LCGC) diproyeksikan akan tetap datar (perkembangannya) bahkan turun. Hal ini disebabkan berbagai faktor, mulai dari kenaikan pajak yang membuat mobil LCGC tak lagi semurah dulu maupun terbenturnya dengan NPL (Non Performing Loan).

Bila NPL terjadi, dalam artian bank mengalami kemacetan kredit masuk. Sehingga mengganggu performa bank dan saat ini kestabilan intrest rate yang sudah cukup baik . Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), Fransiskus Soerjopranoto menyebutkan , peforma LCGC akan sama dengan tahun lalu, bahkan kemungkinan akan menurun.

“Kalau saya lihat LCGC akan tetap stuck, tidak berkembang secara volume dan komposisi. Bahkan akan turun. Kalau kita mau gerakin bisa saja, tapi itu akan berbenturan dengan NPL (Non Performing Loan),” tambah Soerjo. Untuk segmen yang bakal seru di tahun depan menurutnya adalah LMPV (Low Multiple Purpose Vehicle) atau mobil serba bisa (keluarga).

“LMPV bakal seru . Bila dilihat dari data bulan lalu, Toyota Avanza masih di 10.000, Xpander 4.000, Wuling masuk di angka hampir 2.000. Belum lagi bakal ada Sokon (glory 580) nanti. Saya rasa menarik . Ada gula, ada semut,” ujar Soerjo. (E-002/BBS)***