Pernyataan Donald Trump Menghidupkan Gerakan Anti Produk Amerika

68

BISNIS BANDUNG –Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat, Dr. H. Mahi M.Hikmat, M.Si mengatakan, pernyataan Donald Trump sebagai Presiden AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, sangat berpengaruh. Buktinya sejumlah negara, terutama negara Islam tidak hanya menanggapi dari aspek politik, tetapi juga aspek ekonomi.

Dampak pada perekonomian nasional, lanjut Mahi , dalam jangka pendek, yakni hidupnya kembali gerakan anti-produk Amerika Serikat, temasuk produk perusahaan asal Amerika Serikat. Kendati dalam konteks jangka panjang tidak akan terlalu meluas, karena yang dilontarkaa Trump bukan merupakan pernyataan seluruh masyarakat Amerika Serikat. Diyakini Mahi , para penguasa Amerika Serikat atau asal Amerika Serikat tidak mengetahui atau tidak sepaham dengan Donald Trump.”Hampir semua produk perusaaan AS atau perusahaan asal AS atau berlabel AS akan terkena dampak, tetapi dampaknya tidak akan terlalu masif karena kita tahu sebetulnya di belakang perusahaan-perusahaan atau produk-produk dari AS bukan asal AS yang menguasainya adalah  pengusaha Tiongkok dan Korea,” ungkap Mahi kepada BB,Senin 18/12/17, di Bandung.

                        Dikemukakan lebih lanjut  Dr. H. Mahi M.Hikmat, M.Si , adanya pernyataan MUI mengenai boikot produk Amerika Serikat sah-sah saja dilakukan oleh umat Islam  Indonesia sebagai hukuman sosial terhadap perilaku Donald Trump. Selain perlawanan politik  dan upaya diplomasi melalui organisasi-organisasi negara Islam dan PBB. Namun, perlu juga diperhitungkan bahwa di balik produk AS tidak sedikit  pekerjanya yang Muslim. “Dikhawatirkan jika pergerakan itu masif, banyak perusahaan AS di Indonesia bangkrut akan banyak tenaga kerja Indonesia yang menjadi penganggur,” ujar Mahi. Produk Amerika Serikat di Indonesia, banyak pada bidang waralaba, tetapi kebanyakan hanya labelnya saja karena pengusahanya banyak orang Indonesia, Tiongkok dan Korea.

                      Harus bersatu

Perlawanan pemerintah Indonesia sebagai negara Islam dalam membela Palestina, di antara yang terpenting adalah membantu kehidupan ekonomi masyarakat Palestina.

Menurut Mahi , dari sisi ekonomi politik ada beberapa kebijakan Indonesia yang dapat dievaluasi terkait kerjasama ekonomi dengan Amerika . Kemudian dalam kontek hubungan internasional, seluruh umat Islam harus bersatu untuk melakukan tindakan diplomasi dengan menggunakan berbagai saluran, sehingga AS, termasuk masyarakat AS merasa tertekan, dan diharapkan mereka menjadi kontra dengan kebijakan politik Donald Trump. “Mudah-mudahan hal itu menjadi daya tekan bagi Trump untuk mengevaluasi, bahkan mencabut kebijakan politiknya,” tutur Mahi.           Aspek penting dari investasi pemodal luar negeri masuk ke Indonesia adalah aspek keamanan, sehingga mereka nyaman berinvestasi. Kalau melihat gerakan yang dilakukan umat Islam, tambah Mahi , misalnya dalam bela Palestina dengan gerakan damai, tidak akan terlalu besar pengaruhnya pada investasi luar, kendati tetap akan ada pengaruhnya, antara lain pada pergerakan nilai rupiah.

( E-018)***