Indonesia Kekurangan Wirausaha

147

JUMLAH wirausaha di Indonesia masih minim. Jauh dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan ASEAN. Wirausaha atau entrepreneur  di Indonesia hanya 3,3% dari populasi penduduk. Sedangkan Singapura mencapai 7%, Malaysia 5% dan Thailanmd 4,5%. ”Kita harus kejar dan lampaui setinggi-tingginya,” seru Presiden Jokowidodo di Bandung (PR19/12).

Hari itu di Sabuga berlangsung pertemuan akbar para wirausaha, baik yang sudah berkiprah lama maupun yang baru. Pada sesi itu wirausaha sukses memberikan arahan (edukasi) terhadap wirausaha baru. Acara bertajuk ”Entrepreneurs Wanted” itu diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengatakan, peluang bagi munculnya entrepreneur baru sangat besar. Indonesia merupakan pasar paling besar di ASEAN. Hal itu didukung pula dengan makin majunya teknologi informasi (TI) yang secara mudah memangkas rantai pasok dan memperluas jangkauan pasar. Menurut Jokowi, kini iklim usaha di Indonesia semakin kondusif. Banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan dukungan TI. Ide sederhana pun bisa menjadi usaha besar berskala miliaran hingga triliunan. ”Kuncinya adalah valuasi brand. Perusahaan seumur jagung pun bisa mengalahkan usaha yang sudah puluhan tahun berdiri.”

Jokowi mencotohkan usahanya dalam bidang furniture. ’Saya membangun usaha furniture selama 27 tahun. Akan tetapi dari sisi valuasi kalah dibandingkan dengan martabak anak saya yang baru berjalan sekitar 5 tahun. TI mampu mengakselerasi pertumbuhan bisnis secara siginifikan,” katanya. Generasi masa kini yang dikenal dengan sebutan generasi zaman now amat lekat dengan dunia digital. Mereka sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari gaget khususnya  dan TI pada umumnya. Mereka merupakan potensi menjadi pelaku usaha sekali gus pasar yang sangat besar.