Pemprov akan Kejar Target Serapan APBD Jabar 94 %

44
ADE BAYU INDRA/"PR" SEKDA Jabar Iwa Karniwa memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada pelatihan penulisan dan publikasi ilmiah di Auditorium Sekolah Pascasarjana (SPS) UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis (18/5/2017). Pelatihan yang diikuti puluhan mahasiswa itu, mengangkat tema Meningkatkan Produktivitas Menulis dan Publikasi Ilmiah Mahasiswa SPS UPI Guna Memperluas Khasanah Keilmuan.

BISNIS BANDUNG- Pemprov Jabar masih optimistis bisa mengejar target penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mencapai 94 persen. Meski saat ini anggaran yang terserap baru mencapai 81 persen dari Rp 27,17 triliun, ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa kepada pers baru-baru ini.

Dia menyebut hingga Rabu (13/12), serapan APBD Jabar telah mencapai 81 persen setelah Senin (11/12), penyerapan baru mencapai 77,30 persen. Dengan demikian diyakini penyerapan anggaran bisa capai target.

“Kami masih optimistis bisa capai target dalam hitungan hari ke depan. Yang paling membuat kami bahagia, bantuan ke desa untuk sarana prasarana dan kinerja desa, hampir 100 persen” tuturnya.

Poin penyerapan anggaran terbesar di antaranya ialah anggaran untuk bantuan desa. Ia menyebut masing-masing desa di Jabar mendapat Rp 112 juta atau total lebih dari Rp 594 miliar untuk 5.312 desa di Jabar.

“Dana bantuan tersebut untuk meningkatkan kinerja desa dan pemba¬≠ngunan sarana serta prasarana desa yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sejauh ini tinggal 4 desa yang belum melakukan pencairan,” ucap Iwa.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 400 miliar sudah turun dan ditransfer langsung ke sekolah di kabupaten dan kota di Jabar. Dana BOS juga menjadi poin penting yang membuat APBD tahun ini cepat terserap.

Poin lain penyerapan anggaran lainnya, ialah penganggaran Rp 164 miliar untuk pembebasan lahan di Kertajati, Kabupaten Majalengka, dalam rangka pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Pembebasan lahan ini membutuhkan monitoring yang sangat teliti untuk dilaksanakan tahun ini karena tidak bisa dianggarakan pada APBD 2018. Jadi kita terus berupaya membebaskan lahan tahun ini,” ungkap dia.

Pos anggaran selanjutnya yang menyerap APBD 2017 adalah penyerapan dana bagi hasil pajak sebesar Rp 1,6 triliun. Penyaluran dana bagi hasil ini, sambung dia, ditargetkan selesai 15 Desember 2017. Pos lainnya yaitu belanja modal yang baru terserap Rp 1,5 triliun dari Rp 2,74 triliun.

Ia menjelaskan serapan anggaran tahun ini normal, bahkan lebih baik dari tahun lalu. Indikatornya yaitu sisi nilai absolut yang lebih besar dan juga persentasenya. Anggaran absolut tahun ini, katanya, sudah Rp 27 triliun, sedangkan tahun lalu sekitar 25 triliun.
“Sedangkan serapan anggaran tahun lalu mencapai Rp 93 persen, dan tahun ini yakin bisa terserap 94 persen,” katanya. (B-002)***