Potensi Perikanan Tangkap Peluang Besar bagi Nelayan

45
Dua nelayan di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, memasang "konverter kit" (konkit) atau mesin perahu dengan bahan bakar elpiji, Rabu (20/9). Kementerian ESDM tahun ini memberikan bantuan 16.981 paket konkit dengan anggaran  Rp120,92 miliar untuk 26 kabupaten/kota di Tanah Air. ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo/foc/17. *** Local Caption *** TUBAN, JAWA TIMUR

BISNIS BANDUNG- Pemprov bersama DPRD Provinsi Jawa Barat sedang menyusun dan membahas Raperda tentang Pedoman Perlindungan dan Pemberdayaan Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, yang diharapkan selesai dan ditetapkan menjadi Perda pada awal 2018.

Peraturan tersebut diharapkan akan lebih memberikan jaminan kepastian hukum serta keadilan bagi para nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam di Jawa Barat.
Inilah wujud perlindungan pemprov guna menyejahterakan nelayan dengan menerbitkan Perda no 3 tahun 2016 tentang Pedoman Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, sebenarnya banyak bentuk perhatian pemprov pada nelayan, antara lain dengan terus mendorong asuransi bagi nelayan.

Saat ini, dari jumlah nelayan di Jabar tercatat 100.485 orang, baru 57.915 orang atau sekitar 57,63 persen yang telah memiliki kartu nelayan yakni, jumlah Polis Asuransi yang terbit tahun 2016 sebanyak 35.074, dan pada 2017 dari target 17.550 telah terbit 12.325 Polis.

Soal santunan asuransi, katanya pada 2016-2017 terdapat 158 klaim, terdiri atas 120 meninggal alami, 6 meninggal kecelakaan di laut, 16 kecelakaan di laut/darat, dan 16 pengobatan karena sakit. “Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada para pihak terkait yang telah memberikan pelayanan yang baik dan cepat terhadap klaim asuransi nelayan,” ucapnya.

Nelayan pun memiliki program Sertifikat Hak atas Tanah (Sehat) Nelayan. Sampai tahun 2016 telah terbit 7.784 sertifikat dan pada 2017 ditargetkan 1000 sertifikat.
Dari Sehat Nelayan tersebut telah dimanfaatkan untuk akses permodalan 667 bidang dengan nilai Rp 16,951 miliar.

Provinsi Jabar sangat kaya akan potensi laut. Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, terdapat 11 kabupaten/ kota pesisir dengan panjang pantai 842,66 km, luas laut 18.727,28 km2. Selain itu, memiliki kewenangan atas pengelolaan sumber daya alam di wilayah teritorial 12 mil yang berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 Samudera Indonesia dan WPP 712 Laut Jawa.

Namun, kata Demiz panggilan akrabnya potensi perikanan tangkap yang begitu besar di Jawa Barat, saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Misalnya,Pada 2016 produksi perikanan tangkap Jawa Barat sebesar 276.303 ton, memang meningkat sekitar 1,95 persen dari produksi 2015.

Kondisi itu, baru sekitar 13,35 persen dari potensi perikanan tangkap yang ada di dua Wilayah Pengelolaan Perikanan, yang dikelola bersama-sama dengan 12 provinsi lainnya.
Hal tersebut disebabkan masih adanya beberapa permasalahan yang dihadapi para nelayan, terutama menyangkut pe­ngelolaan yang masih tradisional, serta lemahnya akses permodalan.

Faktor lainnya adalah sarana dan prasarana yang belum memadai seperti armada perikanan yang masih didominasi ukuran kecil.Bahkan, dari 18.231 unit kapal perikanan, 16.827 unit atau 92,2 persen di antaranya berukuran kecil. (B-002)***