Bakmi Nyemek Banyumasan, Kuliner Khas Banyumas

134

Melintas di kawasan Jawa Tengah terutama daerah Banyumas,kita akan disuguhi oleh pemandangan banyaknya penjual makanan berbahan baku mie dengan merek dagang ”Bakmi Nyemek”. Menurut informasi yang saya peroleh, bakmi nyemek atau mi nyemek adalah bakmi rebus (Jawa: bakmi godhog). Bakmi nyemek mirip dengan bakmi kuah, tetapi kuahnya sedikit.
Istilah nyemek berasal dari bahasa Jawa Sumpiuh yang diartikan tidak basah tidak kering. Mungkin tengah-tengahnya antara bakmi kuah dan bakmi goreng.

Dibarengi rasa penasaran akan rasanya, saya memasuki salah satu warung penjual bakmi nyemek tersebut. Proses memasaknya masih menggunakan anglo atau tungku terbuat dari tanah liat dengan arang sebagai bahan bakarnya.

Saya cukup beruntung diperbolehkan melihat langsung hidangan yang akan saya makan. Bahan utama bakmi nyemek adalah mie basah, kol, sawi hijau, daun bawang, udang, baso sapi, tomat serta telur. Bumbu bumbunya cukup sederhana terdiri dari bawang merah,bawang putih, kemiri, cabe merah, garam dan merica bubuk.

Setelah semua bahan disiapkan dengan menghaluskan semua bumbu bumbu,kemudian bumbu tersebut ditumis hingga harum , selanjutnya masukan udang dan bakso tambahkan air garam dan merica. Kemudian mie beserta sayuran dimasukkan , hingga sayuran terlihat layu, masukkan telur, kuahnya sedikit mengental.

Setelah masak lalu taburi dengan bawang goreng,acar mentimun serta kerupuk. Bakmi nyemek dianjurkan untuk dinikmati selagi masih hangat,oleh karena itu tidak membuang waktu saya segera mencicipinya. Suapan pertama begitu menggoda,rasa bumbu khas menyeruak di lidah,mie yang kenyal menambah sensasi rasanya.

Pantas saja dari sekian banyak warung bakmi nyemek semuanya selalu penuh dengan pengunjung, hal ini bisa dimengerti karena makanan ini memiliki rasa yang lezat. Selain itu harganya yang terjangkau menjadi hal lainnya yang disukai oleh para penikmat bakmi nyemek.

Tidak diketahu dengan pasti sejak kapan kuli­ner ini menjadi makanan khas Banyumasan yang jelas para penjual bakmi di kawasan ini telah puluhan tahun berjualan. Kuat dugaan olahan bakmi nyemek ini merupakan akulturasi antara budaya Jawa dengan budaya Tiongkok.

Bakmi nyemek tidak bisa dimungkiri telah menjadi ikon kuliner daerah Banyumas,selain di- jual di warung sepanjang jalan penghubung antara wilayah Banyumas dengan kota kota lainnya di Jawa Tengah, hidangan ini disajikan pula di hotel hotel serta café café seantero kawasan Banyumas. (E-001)***