3 Aspek Penting Dunia Digital Financial

96

TREN uang dalam pembayaran terus mengalami perubahan, mulai dari barter hingga saat ini pembayaran digital atau digital financial. Perkembangan teknologi, bank, dan institusi keuangan lainnya, mau tidak mau harus mengubah cara mereka melakukan layanan.

Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi memaparkan, bank membutuhkan platform infrastruktur teknologi informasi komunikasi (TIK) terbaru untuk membuat segalanya terkoneksi, mengubah sistem kerja mereka yang saat ini sangat bergantung pada transaksi digital.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, bank di Indonesia membutuhkan platform infrastruktur yang siap untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabahnya melalui 3 aspek penting, yakni Inovatif, Aset Ringan (Asset-Light) dan Handal,” kata Rosidi di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Pertama, aspek Inovatif yang menawarkan layanan keuangan inklusif untuk meningkatkan pengalaman pengguna, membedakan layanan keuangan, memiliki saluran yang beragam, dan di saat yang bersamaan memberikan transaksi yang bersifat real-time, dimanapun dan kapanpun.

Kedua, aspek Aset Ringan (Asset-Light), yang memungkinkan bank untuk menarik dan melayani nasabah mereka dengan biaya yang lebih rendah, tanpa investasi untuk membuka kantor cabang, meraih target nasabah dengan jaringan agen, serta mengurangi biaya belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex).

“Ketiga, aspek Handal (Reliable), yang memposisikan bank sebagai penyedia layanan yang terpercaya dengan jaminan kehilangan data, 99,99% kehandalan, dan jaminan keamanan. Kan tidak mau jika data pelanggan hilang dan semuanya harus dimulai dari ulang, akan banyak potensial loss-nya,” tegasnya.

Atas hal tersebut dibutuhkan sistem komputasi awan, Big Data, server, jaringan, dan alat penyimpanan, untuk memperkuat infrastruktur perbankan. “Selain faktor keamanan menjadi prioritas dalam menjaga kepercayaan dari nasabah,” tuturnya. (C-003/kem)***