Deretan Mobil Primadona Tahun 2017

167

Tak terasa tahun 2017 sudah di penghujung, tinggal menyisakan beberapa hari lagi. Detik demi detik setiap momen telah dilalui, kita akan memasuki tahun 2018. Dalam industri otomotif, tahun 2017 menjadi periode kebangkitan pasar mobil low multi purpose vehicle (LMPV). Tinggal tersisa beberapa hari lagi untuk pabrikan mobil mulai berbenah tutup buku serta bersiap diri de­ngan strateginya untuk tahun depan. Sejumlah aktivitas produksi kendaraan tipe lama akan mulai dihentikan , penjualan akan fokus menghabiskan produksi tahun 2017.

Berikut ini rangkuman delapan mobil yang menjadi sorotan tahun 2017.
1. Mitsubishi Xpander
Kita mulai dengan yang paling “hits”. Sejumlah media tidak henti-hentinya menyoroti LMPV besutan Mitsubishi ini. Hadir dengan bentuk konsepnya pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, XM Concept dipastikan akan menjadi embrio LMPV Mitsubishi untuk berkompetisi dengan Avanza cs.
Setahun berikutnya, saat Mitsubishi secara resmi memperkenalkan MPV stylist ini ke muka publik, Xpander menjadi selebriti yang paling ramai dicari pengunjung GIIAS 2017. Di even otomotif tahunan itu booth Mitsubishi paling ramai dikunjungi karena tingginya rasa penasaran masyarakat untuk melihat langsung sosok Xpander.
Tidak tanggung-tanggung dari gelaran itu, hampir 4.000 unit Xpander dipesan oleh konsumen. Tidak heran kalau sampai saat ini banyak pembeli yang harus bersabar menunggu inden unit Mitsubishi Xpander.

2. Wuling Confero
Mobil berikutnya yang tidak kalah menjadi sorotan adalah Wuling Confero. Wuling menjadikan Indonesia sebagai target pasarnya karena melihat potensi dan perkembangan otomotif yang menunjukkan tren positif.
Untuk menunjukkan keseriusannya, Wuling bahkan membangun fasilitas produksinya pertama di luar China yakni di Cikarang Bekasi. Saat gelaran GIIAS 2016, Wuling sempat memamerkan unitnya yang bernama Hong Guang. Mobil ini kemudian berganti nama untuk pasar Indonesia menjadi Confero.

3. Toyota Rush dan Daihatsu Terios
Menjelang tutup tahun, publik kembali dikejutkan dengan penyegaran LSUV andalan Toyota dan Daihatsu, yakni Rush dan Terios. Kini bentuknya tidak lagi mengotak dengan konde di belakangnya, pintu bagasi saat dibuka akan ke atas, bukan lagi ke samping. Melihat lekukan bodi mobil ini, tidak heran kalau kemudian desainnya kerap dibandingkan dengan Mitsubishi Xpander.
Sayangnya, produk yang ada masih prototipe dan hanya display unit saja, harga pun belum dibeberkan oleh duo Toyota dan Daihatsu. Rencananya anak perusahaan dari Astra tersebut secara resmi akan memasarkan jagoan barunya tersebut pada Januari mendatang.

4. Honda Mobilio Facelift
Pada Januari 2017 lalu, seakan tidak mau melewatkan momen tahun baru, PT. Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan new Mobilio dengan tampilan depannya yang berubah total. Desain lampunya sudah tidak lagi membulat, kini bentuk lampu terlihat sipit ditambah desain grill ciri khas Honda, solid wing face. Tidak ada ubahan apa pun. Artinya fokus ubahan Honda Mobilio tahun 2017 hanya pada muka depan saja.
Mobil yang dikenalkan secara global pada tahun 2014 ini dapat dikatakan cukup laku di pasaran. Selama tiga tahun terakhir penjualan mobil ini hampir mencapai 200.000 unit.

5. Suzuki Ertiga Diesel Hybrid
Suzuki pun tak tinggal diam untuk meramaikan pasar otomotif di Indonesia. Awal Februari 2017, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi menjawab desas-desus kehadiran Suzuki Ertiga Diesel Hybrid dengan mendatangkan unitnya dari India. SIS optimis dapat menjual varian diesel ini seperti saudaranya yang bermesin bensin.
Namun sayang, mesin diesel nampaknya kurang diminati oleh orang-orang Indonesia. Anggapan bahwa mesin diesel hanya cocok disematkan pada mobil SUV membuat Suzuki Ertiga Diesel Hybrid menjadi kaum minoritas yang hanya bermain sendiri.
Nampaknya penambahan embel-embel ‘hybrid’ pada mobil ini juga tidak mampu menarik minat masyarakat. Soal penjualannya di tahun 2017, Suzuki Ertiga Disel Hybrid mampu mencatat penjualan sebanyak 1.782 unit. Hal ini juga yang mungkin membuat saingan seperti Avanza, Xenia, dan Mobilio lebih fokus bermain dengan mobil bertenaga bensin mereka.

6. Suzuki Ignis
Penjualan Suzuki Celerio dan Suzuki Splash dinilai tidak dapat berkontribusi besar terhadap pertarungan city car di Indonesia. Suzuki memilih cara lain dengan meluncurkan produk terbarunya dengan nama Suzuki Ignis.
Seperti mobil baru lainnya, mobil debutan Suzuki ini mendapat respon yang positif. Jumlah peserta test drive di sejumlah even pun membludak. Hal ini bahkan membuat Suzuki terus menambah unit test drive-nya kemudian.
Soal penjualan, Suzuki sengaja membuka pemesanan dari bulan Maret lalu —padahal Suzuki Ignis baru resmi diluncurkan sebulan setelahnya. Sepanjang Maret hingga November 2017, Suzuki Ignis laku keras dengan penjualan mencapai 11.885 unit dan mampu menggeser posisi puncak yang ditempati Honda Brio non LCGC yang “hanya” mencatat penjualan sebanyak 8.766 unit.

7. Suzuki Baleno Hatcback
Tidak berhenti dengan Suzuki Ignis, SIS kembali menggebrak pasar dengan mengenalkan penyegaran sedan legendarisnya yaitu Suzuki Baleno. Meski begitu Suzuki Baleno kali ini bukan sembarang sedan, desainnya kini berubah total menjadi sebuah hatchback.
Sama seperti Suzuki Ignis, belum resmi diluncurkan, Suzuki Baleno Hatchback mencatat angka pemesanan sebanyak 300 unit (berdasarkan data wholesales Gaikindo). Saat resmi diluncurkan dalam gelaran GIIAS 2017, angka inden merangkak naik de­ngan total pemesanan bulan Agustus mencapai 513 unit.

8. Honda Civic Hatcback Turbo
Tidak hanya Suzuki yang mengenalkan varian hatchback-nya, HPM dengan kekuatan penuh juga menghadirkan Honda Civic Hatchback Turbo pada Juni 2017 lalu.
Sama-sama melakukan penyegaran kepada unit legendarisnya, HPM tidak berhenti melangkah, 2 bulan berikutnya Honda Civic Type R masuk ke Indonesia lewat gelaran GIIAS 2017.
Peluncuran Civic series tersebut ingin menegaskan kembali Honda sebagai pabrikan mobil sport di Indonesia. Melihat desainnya yang agresif serta penyematan bodi kit racing, membuat siapa saja yang membeli tentu ingin langsung menggebernya di sirkuit. (E-002/BBS)***