Jika Dikelola dengan Baik Sektor Tambang Bisa Tingkatkan Perekonomian

29

BISNIS BANDUNG – Kabupaten Sumedang menyimpan potensi sektor tambang yang berlimpah. Jika pemerintah melakukan pengelolaan kawasan tambang dengan baik, potensi ini bisa meningkatkan PAD, sekaligus mensejahterakan warganya.

Ketua DPW APRI (Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia) Jawa Barat H Oom Supriatna mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Sumedang untuk menjalin kerjasama dalam pengelolaan pertambangan yang berada di Sumedang.
“Untuk mengoptimalkan potensi tambang di Kabupaten Sumedang, pihak APRI akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Sumedang,” ungkap Oom menegaskan mengenai niat organisasinya.

“Kami akan melakukan komunikasi de­ngan Pemkab Sumedang. Sebab, salah satu cara untuk memajukan Sumedang ini juga dari sektor pertambangan. Oleh karena itu sinergi antara penambang rakyat dengan pemerintah harus berjalan lancar,” ujarnya saat menjamu kedatangan Ketua Umum APRI Pusat, Gatot Sugiharto beserta 27 perwakilan dari DPC APRI se Jabar, di Sumedang, Selasa (26/12/2017)sore.

Hal yang sama dikemukakan oleh Gatot Sugiharto selaku Ketua Umum APRI Pusat yang menyebutkan, bahwa potensi tambang yang berada di berbagai daerah , termasuk di Sumedang bisa menjadi penyumbang PAD bagi pemerintah sekaligus mampu meningkatkan taraf kesejahteraan warganya.

“Potensi tanah, batu pasir, dan tambang lainnya jika dikelola secara baik oleh penambang akan bisa meningkatkan kesejahteraan warganya,” ujar Gatot. Bahkan, lanjutnya, jika melihat potensi tambang yang dimiliki Kabupaten Sumedang , seharusnya tidak ada warga Sumedang yang hidup dalam keterbatasan alias miskin.

“Jika sektor tambang ini dikelola dengan baik, tentunya tidak ada warga di Sumedang yang hidupnya miskin,”ungkap Gatot. Sejauh ini, menurut Gatot, sektor tambang di tiap daerah tidak berjalan teratur disebabkan sulitnya perizinan. Padahal seharusnya, ada keseragaman aturan dalam mengurus izin.

“Dengan adanya APRI, kami berharap pemerintah jadi memiliki partner dalam mengelola potensi tambang. Sebab hal yang paling penting dan harus diperhatikan pemerintah di antaranya berbagai dampak positif dengan adanya pertambangan bagi warga sekitar,” terangnya.

Dampak positif berkembangnya sektor tambang di daerah, kata Gatot, khususnya bagi pemerintah di antaranya, mengurangi jumlah pengangguran. Selain tentunya, menjadi penyumbang PAD. “Jika pemerintah daerah bekerja sama dengan APRI, kami bisa membantu pemerintah meningkatkan PAD hingga 20% dan itu baru dari galian C,” ucapnya.

APRI, lanjut Gatot, siap memberikan jaminan untuk melakukan reklamasi,dalam menangani lahan lahan pertambanagn yang dinilai sudah tidak layak untuk digarap para penambang, demi menjaga kerusakan yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan tersebut. “Jadi reklamasi itu tanggung jawab penambang, bukan pemerintah. Dan kami siap asal tidak ada pungutan liar di lapangan,”tambahnya. (E010)***