Ekspor Benih Hortikultura Akan Digenjot

103

KEMENTERIAN Pertanian (Kemtan) berjanji akan terus mendorong ekspor produk hortikultura, salah satunya benih. Karena itu, Kemtan meminta produsen hortikultura, termasuk produsen benih dalam negeri meningkatkan kualitas sehingga diterima di pasar global.

Direktur Jenderal Hortikultura Kemtan Spudnik Sujono mengklaim, tahun ini ekspor produk hortikultura meningkat. Meski tidak menyebutkan berapa volume peningkatannya, Spudnik mencontohkan adanya ekspor bawang sebesar 10.500 ton pada tahun ini.

“Artinya produksi sayuran dan buah meningkat, dan itu menjadi bagian dari upaya kita semua, bukan hanya dari Kementerian Pertanian,” ujar Spudnik.

Untuk meningkatkan produksi produk hortikultura dalam negeri, peran produsen benih sangat penting. Dengan benih yang berkualitas maka dapat menghasilkan buah serta sayuran yang baik serta tahan hama penyakit. Dengan begitu akan mengurangi beban para petani di lapangan.

Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede mengatakan, peningkatan kualitas benih memang menjadi fokus perusahaan perbenihan dari tahun ke tahun, termasuk Ewindo. Menurutnya dengan kualitas benih yang baik, maka Ewindo dapat mengekspor 710 ton benih kangkung ke sejumlah negara.

Untuk tahap pertama, Ewindo akan mengirimkan 50 ton benih kangkung. negara-negara sasaran dari ekspor benih kangkung Ewindo antara lain Jepang, Myanmar, dan Thailand. Menurut Glenn, ekspor benih kangkung ini akan dilakukan secara bertahap hingga Maret 2018.

Menurutnya ekspor ini merupakan salah satu wujud keseriusan Ewindo dalam mendukung pemerintah yang mewujudkan kemajuan sektor hortikultura nasional, khususnya sayuran.

Untuk mendapatkan produk benih berkualitas memang bukan perkara mudah. Glenn bilang pihaknya terus melakukan penelitian untuk menemukan benih berkualitas. Selain itu Ewindo juga melakukan pembinaan kepada petani produksi benih. Petani tidak hanya diperkenalkan dengan varietas unggul, tetapi juga teknik budidaya untuk menghasilkan benih berkualitas.

Glenn menjelaskan, tulang punggung ekspor benih sayuran adalah riset dan pembinaan terhadap petani secara berkelanjutan. Untuk ekspor benih kangkung saja, ribuan petani dilibatkan. “Dari sekitar 700 ton kira-kira lahannya 700 hektare dan melibatkan 1.400–.500 petani,” ujarnya. (C-003/bbs)***