Tiga Sektor Startup Prospektif Ala Gdp Ventures

43
Multiethnic People Starting Up a Business

KEMUNCULAN perusahaan rintisan atau startup di Indonesia membutuhkan modal. Salah satu alternatif pendanaan yakni lewat Venture Capital. Sebagai salah satu Venture Capital tertua di Indonesia, PT Global Digital Prima (GDP) Venture kian selektif untuk memilih startup untuk didanai.

Danny Oei Wirianto, Chief Marketing Officer, GDP Venture menjelaskan, semua industri perlu dimodernisasi. Alhasil sentuhan teknologi baru salah satunya lewat bantuan startup pun akan kian marak.

“Industri yang bersentuhan dengan consumer, akan lebih berkembang dibandingkan dengan yang business to business (B2B),” jelas Danny.

Menurut Danny, sektor pelayanan publik yang akan prospektif di tahun mendatang seperti bidang edukasi, kesehatan dan agrikultur karena sektor-sektor tersebut yang tampaknya sedang ingin digerakkan oleh pemerintah untuk go digital.

Meski demikian, Danny mengakui untuk saat ini pihaknya akan fokus untuk pengembangan pendanaan di bisnis media dan e-commerce. Di bisnis media, GDP punya portfolio seperti Kumparan, Kurio, Beritagar.id.

Serta untuk e-commerce pihaknya juga ikut berinvestasi di Blibli.com. “Tapi kami juga tidak menutup pintu bila ada yang mau diajak kerja sama di luar media maupun e-commerce,” jelasnya.

Menurutnya dalam setiap pendanaan maupun kerja sama ada tiga kriteria utama yang diterapkan oleh GDP. Pertama, dari sektor besarnya pasar. Kedua, dari solusi yang ditawarkan apakah bisa diterapkan oleh konsumen. Serta dari tim solid yang punya kemampuan untuk mengeksekusi ide tersebut.

Danny mencontohkan saat dirinya masih menjadi petinggi di Kaskus pihaknya tidak fokus untuk mencari investor namun lebih memilih fokus untuk mencari pendapatan. Sehingga saat diakuisisi oleh Djarum Kaskus sudah punya laba dan aset kas di bank. “Jadi kalau sudah hasilkan profit pasti akan dikejar oleh investor,” jelasnya.