Tahun Politik Memacu Pertumbuhan Ekonomi

135

SITUASI politik dalam negeri tahun 2018 tidak akan mengganggu roda perekonomian. Karena itu para pelaku usaha diminta tidak ragu mengembangkan bisnis. Benar, tahun 2018 di Indonesia akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah serentak di 17 provinsi 39 kota, dan 115 kabupaten. Dilanjutkan dengan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019. Namun hal itu merupaka  peristiwa biasa, rutinitas lima tahunan.

Selama  ini orang berasumsi, tensi politik yang naik pada tahun politik berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pendapat itu menurut para ahli ekonomi, tidak selalu benar. Kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil meskipun harus melalui bebetrapa kali tahun politik. ”Selama tidak terjadi kekacauan, pemilu tidak akan membuat ekonomi minus dan terpuruk,” kata Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta seperti duimuat KOMPAS 26/12.

Banyak hal yang mengindikasikan, perekonomian Indonesia justru akan terpacu dan tumbuh signifikan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati bahkan optimistis, pertumbuhan ekonomi nasional naik 0,2% menjadi 5,4%, dibanding proyeksi petrtumbuihan tahun 2017. Tahun politik dan penyelenggaraan  Asian Games akan mendorong pergerakan ekonomi tumbuh lebih cepat di atas 5,1%.”Agenda politik dan Asian Games berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena konsumsi domestik akan meningkat,” kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudistira, sebagaimana dikutip PR 16/12.

Khusus pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, diperkirakan akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2017. Menurut Gubernur Ahmad Heryawan, konsumsi, investasi, dan ekspor menjadi mesin pertumbnuhan ekopnomi Jabar tahun 2018. Prospek positif juga akan terjadi di perbankan. Pertumbuhan ktredit nasional tahun depan akan melampaui 10%. Sejumlah program pemerintah seperti keluarga harapan, dana desa, dan sebagainya diprediksi akan menggenjot kinerja kredit semua bank pembangunan daerah.