Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Berkisar 15 %

76

BIsnis Bandung- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat bersama tim gabungan melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar tradisional dan pasar modern. Tim tersebut, terdiri atas Disperindag, BPOM, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan (Dinkes), Bea Cukai dan lainnya.

Tim pertama kali bergerak ke Pasar Balubur, kemudian Yogya Jalan Pahlawan, dan Bursa penjualan parcel di kawasan Karapitan. Di Pasar Balubur, tim melakukan pemeriksaan pada kualitas daging ayam. Beberapa daging, ditemukan tak terlalu segar. Sehingga, tim gabungan tersebut meminta pada pedagang agar tak menjualnya. “Ini sebuah rutinitas selalu ada penga- wasan barang beredar. Makanya, kami turunkan tim gabungan,” ujar Kepala Disperindag Jabar, Hening Widiatmoko kepada wartawan.

Tim tersebut melakukan monitor terhadap kondisi barang-barang yang ada di pasar tradisional dan modern. Di pasar modern memiliki standar kualitas. Selain daging ayam, daging sapi, juga bawang merah, bawang putih dan cabe.

“Kondisinya permintaannya tak seperti Idul Fitri. Karena biasanya, kalau permintaan tinggi harga naik. Di Jabar tak banyak yang merayakan Natal jadi harganya tak terlalu naik,” kata Hening. Berdasarkan pantauan, harga komoditas relatif stabil. Kalau pun ada yang naik, harganya masih normal tak terlalu melonjak.

Misalnya, daging ayam naik dari Rp 34 ribu per kg menjadi Rp 36 ribu per kg. Sedangkan daging sapi harganya relatif stabil yakni Rp 110 ribu per kg. Biasanya, kenaikan harga yang normal kenaikan paling tinggi 15 persen.

“Umumnya, kenaikan itu berkisar 15 persen. Kalau ada yang naik sampai 30 persen dari harga normal itu harus diwaspadai,” kata Hening seraya mengatakan, stabilisasi harga harus dilakukan kalau harga tersebut terus naik. (B-002)***