Menikmati Lezatnya Ikan Gabus Bumbu Pucung Makanan Khas Karawang

230

Mengunjungi sebuah kawasan atau daerah selalu ingin mencicipi kulinernya,terutama kuliner khas daerah tersebut. Perjalanan Mandalawangi ke daerah Karawang, karena ingin menikmati kuliner khas Karawang, yakni kuliner ikan gabus bumbu pucung.

Mungkin masih banyak yang belum mengenal sajian kuliner ini.Ikan gabus sebagai bahan baku utama penganan termasuk Famili Channidae dengan nama ilmiahnya Channa Striata. Mempunyai beberapa nama daerah di antaranya Ikan Kutuk (Jawa), Ruan/Haruan (Kalimantan), dan Ikan Deleg (Priangan/Palembang).

Ikan gabus mempunyai ciri-ciri : berwarna coklat kehitaman, bagian bawah perut berwarna cerah, sisi badan mempunyai pita yang mengarah ke depan. Bentuk kepalanya menyerupai kepala ular sehingga dalam bahasa Inggrisnya disebut Snakehead Murrel.

Meskipun ikan gabus di Indonesia sangat po­pular dan digemari, tetapi sampai saat ini ikan gabus belum banyak dibudidayakan. Ikan gabus merupakan ikan air tawar daerah tropis seperti Afrika dan Asia termasuk Indonesia.

Sebagian besar produksi ikan gabus di Indonesia berasal dari tangkapan alam. Dari 100 gram ikan gabus memiliki kandungan energi 74 kkal, Protein 25,2 gr, lemak 1,7 gr, kalsium 62 mg, phosphor 176 mg, besi 0,9 mg, dan vitamin A 47 RE.

Di samping itu, ikan gabus merupakan satu-satunya ikan yang mempunyai kandungan albumin sangat tinggi. Albumin merupakan salah satu jenis protein penting yang sangat diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka.

Penganan kuliner ikan gabus bumbu pucung cukup mudah didapatkan terutama di wilayah Karawang utara. Di daerah ini cukup banyak rumah makan yang menjual penganan tersebut . Harganya cukup terjangkau tidak akan menguras kocek cukup dalam, namun sensasi yang dida­patkan ketika menyantapnya cukup sepadan.

Tampilan kuliner ini cukup unik didominasi oleh warna hitam berasal dari penggunaan buah pucung/keluwek sebagai tambahan bumbunya. Kaya rempah serta bumbu bercita rasa lezat adalah kesan yang pertama kami dapatkan ketika suapan pertama memasuki mulut.

Proses memasak kuliner ini tidak terlalu sulit sama dengan jenis masakan khas nusantara lainnya, namun ketika membersihkan lendir pada permukaan ikan gabus hendaknya menggunakan abu gosok sehingga permukaan ikan cepat kesat. Satu info lagi mengenai proses memasaknya, sebelum dicampur dengan bumbu rempah serta pucung/keluwek, ikan gabus digoreng terlebih dahulu hingga kering.

Proses penggorengan ini akan membuat masakan ikan gabus bercitarasa lezat. Kepopuleran penganan kuliner tersebut sudah bukan rahasia lagi di daerah Karawang dan sekitarnya, bahkan telah menjadi ikon masakan di kawasan ini.

Di beberapa rumah makan hidangan ikan gabus bumbu pucung hanya bisa didapatkan hingga makan siang saja, karena habis diburu pembeli. Selain populer di Karawang,pengana kuliner ini cukup dikenal juga di daerah Betawi. (E-001)***