Sebuah Mitos Di Situ Kamojing Terdapat Buaya Buntung

139

Kali ini kami akan membawa pembaca ke wilayah Pantura, tepatnya ke daerah perbatasan Purwakarta dan Karawang. Di tempat ini terdapat sebuah tempat berupa danau atau situ (bahasa Sunda-red). Keberadaan situ ini bagi masyarakat setempat cukup penting,terutama untuk pengairan lahan pertanian. Selain fungsi utama tersebut, situ seluas 5 hektar tersebut ternyata memiliki potensi wisata.

Topografi situ layaknya situ lain di Jawa Barat, situ ini belum dikelola oleh instansi setempat. Karena belum dikelola inilah yang menjadi daya tarik para pelancong dari luar daerah.

Secara administratif lokasi situ masuk ke wilayah Desa Kamojing,Kecamatan Cikampek Kabupaten Purwakarta. Untuk mencapai lokasi tidak terlalu sulit, aksebilitas jalan cukup bagus sangat mudah di capai baik dari pusat Kota Purwakarta maupun dari Kota Karawang.
Saat musim penghujan ke dalam situ bisa mencapai 14 meter bahkan air bisa meluber menggenangi daerah sekitarnya,namun saat musim kemarau, situ ini kering dan sebagian lahannya ditanami palawija oleh masyarakat setempat.

Layaknya kawasan situ di Jawa Barat, ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat setempat, konon kabarnya di Situ Kamojing bersemayam buaya buntung. Hingga saat ini kebenaran mitos tersebut sulit dibuktikan kebenarannya. Akan tetapi keberadaan mitos buaya buntung tersebut,tidak mengurangi para pengunjung ke kawasan itu.

Daya tarik utama bagi para pelancong tentu saja pemandangan yang masih alami.Selain itu para pelancong yang berkunjung biasanya menikmati sajian kuliner yang ada di kawasan tersebut.

Sajian kuliner ini berasal dari para penjual makanan dan minuman yang mangkal di sana.Untuk sajian kuliner tersedia bermacam macam tentu saja harganya cukup terjangkau.

Selain sajian kuliner fasilitas untuk parkir pengunjung cukup tersedia. Kawasan ini belum dikelola oleh instansi setempat namun memiliki potensi cukup bagus untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata alam di wilayah Pantura. Salah satu alasan banyaknya pengunjung ke kawasan ini bisa jadi karena tidak adanya retribusi yang dipungut bagi pe­ngunjung.

Setiap akhir pekan pengunjung kawasan Situ Kamojing mayoritasnya adalah muda mudi, biasanya mereka datang sore hari menikmati matahari terbenam hingga malam hari sambil menyantap kuliner.

Pemandangan matahari terbenam di sini bisa dikatakan salah satu fenomena cantik, karena gradasi antara pantulan sinar matahari di atas permukaan danau menciptakan visual lansekap yang sangat indah.

Satu hal lagi kuliner khas di kawasan situ yang selalu ada setiap hari yakni sate maranggi khas Purwakarta, tidak jarang para pecinta kuliner datang hanya untuk menikmati sate maranggi saja. (E-001)***