Sistem Informasi Izin Cetak Mandiri Dapat Tingkatkan Investasi

93

BISNIS BANDUNG – Hadirnya Sistem Informasi Izin Cetak Mandiri (SI ICE Mandiri) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Sumedang diklaim dapat meningkatkan iklim investasi.

Ketua Apindo Kabupaten Sumedang Endang Juhana,sangat mengapresiasi langkah Pemkab Sumedang meluncurkan program ini. Menurutnya, dengan adanya SI ICE Mandiri pemenuhan persyaratan perizinan bisa lebih cepat. Jadi kita tidak perlu datang jauh- jauh ke kantor pelayanan,cukup dengan menyiapkan berkas berkas yang sudah dijadikan file tinggal dikirim melalui web pelayanan PTSP yang tersedia. “Pastinya akan meningkat, flow (aliran/alur) pemenuhan persyaratan perizinan menjadi lebih cepat,” ujar Endang Juhana di Gedung Negara Sumedang, Selasa sore (02/01/2018).

Selain itu, kata Endang, proses perizinan juga akan lebih transparan dan sekaligus dapat menghindari pungutan liar (pungli)yang sering terjadi sebelum- sebelumnya. Dengan sistem ini, lanjut Endang , jadi tidak banyak lahan(potensi pungli), karena pemberi izin dan pemohon tidak bertatap muka langsung. Juga semua form dapat di upload dan menjadi lebih transparan.

Kordinator Front Office DPMPTSP, Euis menuturkan,layanan sistem tersebut sudah beberapa kali diuji coba dan diterapkan langsung untuk pengguna sejak 8 November 2017 lalu.
“Ini sudah diuji coba dengan melakukan penerimaan permohonan perizinan secara online dan hasilnya baik,” terangnya.

Para pemohon izin, menurut Euis, dapat melakukan permohonan melalui situs yang telah disediakan dan mengumpulkan berkas persyaratan secara online. Lalu, yang telah mendapatkan izin dapat mengunduh surat izin dan mencetaknya sendiri secara mandiri.
“Untuk memastikan keabsahan berkas yang diberikan secara online. Kami tetap akan melakukan peninjauan lapangan,” ucapnya. Sementara itu,Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumedang, Ade Setiawan mengatakan, sistem tersebut diberlakukan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Bahkan, kata dia, dalam memenuhi tuntutan masyarakat, akan terwujudnya pelayanan publik secara optimal. “Terutama, masalah pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, pasti, terjangkau serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ade.

Selain dapat memudahkan masyarakat dalam menempuh perizinan, lanjut Ade, juga sebagai pengembangan alat kendali penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang lebih baik dan efisien. Dikatakan Ade, sistem tersebut diharapakan dapat meningkatkan keterbukaan informasi serta akses penyelenggaraan PTSP kepada masyarakat.

”Sistem SI ICE Mandiri memiliki dua payung hukum, Peraturan Bupati Sumedang Nomor 91 Tahun 2017 dan Peraturan Buapti Sumedang Nomor 92 Tahun 2017,” ungkap Ade.
Ade Setiawan mengatakan, ada tujuh langkah mudah daftar izin melalui aplikasi SI ICE Mandiri.

Pendaftaran, mengisi formulir dan berkas, pemrosesan izin, pembayaran retribusi, penandatanganan izin, pengisian kuisioner bagi Industri Kecil Menengah (IKM) serta mengunduh dan mencetak surat izin.

”Penandatanganan izin dilakukan kepala Dinas PMPTSP dilakukan dengan sistem digital. Tentunya setelah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Bidang Pelayanan Perizinan. Hal itu bisa dilakukan di kantor atau di luar kantor, pada jam kerja atau di luar jam kerja,” ujar Ade menambahkan.
( E-010)***