Konsep Partai Politik dalam Perbaikan Ekonomi

120

SETELAH krisis utang tahun  2011, perekonomian Italia belum benar-benar pulih. Italia dan Yuniani merupakan negara anggota Uni Eropa yang memiliki utang terbesar. Kedua negara itu merupakan pusat krisis ekonomi. Dampak krisis yang nyaris membangkrutkan negara pemilik sejarah kebudayaan paling panjang di dunia itu, masih tersisa sampai enam tahun kemudian. Angka pengangguran sangat tinggi, 35% angkatan kerja muda Italia, menganggur, pertumbuhan ekonomi stagnan.

Melihat kenyataan itu, Presiden Italia, Sergio Mattarella, seperti dimuat KOMPAS 2/1,  meminta semua partai politik Italia menyampaikan konsep perbaikan ekonomi. Sontak, para elit politik menyampaikan proposal berupa gagasan agar Itali segera keluar dari krisis berkepanjangan. Ada parpol yang menyampaikan kosep ekstrem yakni meminta Italia keluar dari Uni Eropa seperti yang dilakukan Inggris. Ada yang meminta Italia kembali menggunakan mata uang lira dan bukan mata uang Euro, setidaknya berlaku secara intern di Italia.

Konsep perbaikan ekonomi yang disampaikan parpol itu belum tentu dapat dilaksanakan semuanya oleh pemerintah yang sekarang. Namun yang menarik justru partai politik tidak semata-mata membuat konsep politik  meraih kekuasaan padahal mereka menghadapi pemilihan umum bulan Maret 2018. Mereka secara bersama-sama memikirkan pertumbuhan ekonomi negeranya. Konsep perbaikan ekonomi yang datang dari parpol itu pasti disampaikan setelah melalui penggodogan secara konseptual dan matang para ahli yang tergabung dalam parpol tersebut.