Seni Sunda Ketuk Tilu Mulai Terlupakan

143

Ketuk tilu merupakan salah satu tarian tradisional Jawa Barat. Ketuk tilu juga merupakan cikal bakal tari jaipong, yang sangat terkenal di Jawa Barat. Namun, keberadaan seni warisan leluhur tersebut mulai terlupakan.

Lingkung seni daya sunda merupakan salah satu grup seni tradisional tanah parahyangan di kota Bandung, yang masih peduli dengan warisan seniĀ  budaya leluhur, tari ketuk tilu. Keseriusan para seniman yang terlibat di dalam grup ini, patut mendapat apresiasi tinggi.

Walau usia mereka rata-rata sudah di atas enam puluh tahun, bahkan pimpinan grup sudah berusia 78 tahun. Tapi semangat untuk melestarikan seni warisan budaya leluhur itu sangat tinggi. Mereka seolah tidak mau berpangku tangan melihat seni tari ketuk tilu mulai terlupakan, tergerus kemajuan jaman. Mereka tetap turun secara langsung berkreasi dan berkesenian. Meski suara sudah mulai serak dan timbul tenggelam, dan langkah serta gerak tidak segesit dulu lagi. Para pelestari seni taridional itu sangat menikmati pertunjukan yang mereka gelar.

Pimpinan sekaligus pengelola grup lingkung seni daya sunda, Hasibun arif mengakui. Saat ini kondisi seni tari ketuk tilu mulai terlupakan. Ia berharap, ada yang mau peduli dengan seni budaya buhun ini. Ia mengharapkan perhatian pemerintah daerah. dalam melestarikan seni budaya sunda ini.

Seni tari ketuk tilu mempunyai ciri khas dalam setiap pagelarannya selalu diiringi lima alat kesenian seperti ketuk sebagai pembawa pola pola irama, rebab, kendang, kecrek dan goong. Serta lagu-lagu yang dilantunkan seperti cikeruhan, awi ngarambat, sorang dayung, Geboy, mujaer mundur, serta sejumlah lagu khas lainnya. Sangat disayangkan, jika tarian ini punah ditelan jaman.

yuwana kurniawan. Bandung tv.