Penamaan Curug Cina Berasal dari Sosok Orang Tionghoa

85

Masih berada di seputaran wilayah Kabupaten Subang, setelah mengunjungi kawasan pantai, kami mengunjungi destinasi wisata alam lainnya berupa curug atau air terjun. Curug merupakan destinasi wisata alam popular, keunikan serta eksotisnya sebuah air terjun atau curug kerap menghipnotis para pelancong penikmatnya. Curug yang kita kunjungi berada di Desa Curugagung, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. Masyarakat setempat menamakannya Curug Cina.

Penamaan Curug Cina yang dikenal hingga saat ini sebenarnya insidental, bukan berdasarkan geomorfologi, kepercayaan, atau ciri khas daerah tersebut. Menurut keterangan dari beberapa warga sekitar, dinamakan Curug Cina karena pada dahulu kala ada seorang pemburu berdarah Tionghoa yang melakukan perburuan dan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia di sekitar lokasi curug.

Sejauh yang diketahui, inilah asal mula penamaan Curug Cina. Sementara itu nama sebenarnya air terjun ini sebelum ada kejadian pemburu tersebut masih belum diketahui. Untuk menuju Desa Curugagung tidaklah terlalu sulit. Kondisi jalan relatif bagus, medan jalan tidak terlalu sulit, serta jalur yang dilalui terus menyusuri permukiman penduduk dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Terdapat dua jalur utama untuk menuju Desa Curugagung, jalur pertama melalui Kampung Batukapur, jalur kedua melalui Desa Bunihayu. Baik jalur pertama maupun kedua akses jalan cukup bagus.

Jika sampai di daerah Desa Curugagung, di daerah ini petualangan dimulai.Dari situ kita harus menyusuri jalanan setapak naik turun dengan pemandangan kawasan persawahan dan perkebunan sebelum mencapai lokasi.

Udara di kawasan curug ini cukup sejuk. Air yang mengalir dari atas tebing curug sangat jernih, bersih dan terlihat begitu alami. Suasana alamnya begitu menenangkan. Seperti itulah Curug Cina dengan segala keindahan alam yang ada.

Rimbunya vegetasi alam, suburnya tanah yang ada serta tumbuhan pohon dan ilalang membuat kawasan Curug Cina terlihat begitu alami. Curug Cina menyuguhkan panorama alam yang cukup indah.

Uniknya, curug ini seperti membentuk sebuah tangga.Air mengalir dari atas tebing berundak-undak seperti tangga. Hal itu disebabkan oleh potongan bebatuan besar yang memotong laju air terjun . Di bawahnya juga terdapat kolam air yang menampung jatuhan air terjun tersebut. Pengelolaan kawasan dilakukan oleh masyarakat sekitar,untuk tarif masuk setiap pengunjung dikenakan biaya Rp 5000 /orang.

Destinasi itui memiliki kekhasan, yaitu panorama yang masih alami,oleh karena itu tidak mngherankan mayoritas pengunjung adalah para pelancong yang gemar berpetualang. Pada masa liburan atau akhir pekan di dekat lokasi curug banyak mayarakat yang berjualan makanan dan minuman. Mengenai keberadaan curug biasanya didapatkan pelancong dari sosial media. Ke depan pihak pengelola ingin menambah berbagai fasilitas agar kunjungan pelancong meningkat. (E-001) ***