Pemasangan Alat Peraga Balon Dinilai Tak Efektif

24

Memperkenalkan diri calon kepala daerah dengan memasang alat peraga kampanye seperti spanduk atau baligo di tempat umum, dipandang sudah tidak efektif oleh warga maupun pakar politik. banyak cara lain untuk memperkenalkan diri, diantaranya melalui medsos atau bertatap muka dengan warga. Rusaknya tatanan kota, menjadi salah satu alasan warga tidak simpatik dengan atribut kampanye di tempat umum.

Jelang pilkada serentak 2018, banyak cara dilakukan para calon kepala daerah, untuk memperkenalkan diri atau menarik simpatik masyarakat sebagai pemilih. Salah satunya, dengan memasang alat peraga  kampanye seperti spanduk maupun poster, di tempat umum.

Cara ini mungkin masih dianggap ampuh oleh para calon kepala daerah, agar dapat dikenal masyarakat. Namun, pandangan tersebut berbanding terbalik dengan tanggapan pakar politik maupun masyarakat. Banyak cara untuk memperkenalkan diri, diantaranya melalui medsos atau bertatap muka dengan warga. Rusaknya tatanan kota pun menjadi salah satu alasan warga, mulai tidak simpatik dengan atribut kampanye yang dipasang di tempat umum.

Meski dianggap tidak melanggar peraturan kpu maupun bawaslu, seorang pakar komunikasi politik, Asep Warlan, meminta pemkot atau pemda setempat bertindak tegas terhadap atribut kampanye, yang merusak tatanan kota. Asep menilai, cara pemasangan atribut kampanye tersebut sudah tidak efektif.

Pemasangan atribut di tempat umum pun dinilai sudah tidak efektif oleh warga. Meski ada sedikit pengaruh, cara tersebut sudah tidak layak, bahkan cenderung merusak tatanan kota.

Pendaftaran calon kepala daerah akan dibuka pada delapan hingga sepuluh Januari 2018. Di Jawa Barat, 16 kabupaten-kota yang menggelar pilkada serentak, dan pemilihan gubernur Jawa Barat akan digelar Juni.

Yuwana Kurniawan, BandungTV.