Menjaga Kinerja Rem Mobil

47

Salah satu mekanisme penting dalam keselamatan berkendara adalah sistem pengereman. Tidak saja berfungsi menjaga keamanan pengendara tapi juga bagi orang-orang yang berada di sekitar jalan raya.

Secara umum, karena rem merupakan perangkat atau komponen vital, sebab itu membutuhkan perawatan secara teratur dan berkala. Pendeteksian setiap hari membantu mengura­ngi risiko kecelakaan yang disebabkan kinerja rem.

Oleh karenanya, perawatan dan pemeriksaan secara periodik dan sederhana bisa dilakukan setiap hari. Berikut tips yang bisa dilakukan dalam merawat serta menjaga kinerja rem pada kendaraan pribadi.

1. Untuk mobil keluaran terbaru standarnya sudah dilengkapi indikator tingkat kewajaran oli atau minyak rem. Namun, efek dari sistem pengereman bisa dilakukan pengetesan secara manual. Caranya, ambil jarak beberapa meter, jalankan kendaraan , maju atau mundur dan kemudian injak pedal rem. Jika sudah meyakinkan, Anda bisa langsung tancap gas.

2. Guna menjaga kinerja pengereman tetap optimal, saat mencuci mobil pilihlah tempat pencucian yang lebih profesional. Biasanya, tempat-tempat tersebut lebih detail saat mencuci bagian-bagian terdalam, seperti pelek, cakram, dan dudukan brake pad. Jika cakram dan brake selalu bersih dari kotoran tanah, kinerja pengereman pun otomatis terjaga baik.

3. Sementara perawatan lebih detail, misalnya untuk komponen brake pad. Dianjurkan per 10.000 kilometer dilakukan pengecekan maupun kebersihan bagian dalamnya. Untuk hal ini, bisa membawa ke bengkel profesional atau resmi untuk layanan pembersihan debu atau kotoran, termasuk juga di kanvas, tromol, dan cakram. Jika debu atau kotoran tanah jarang dibersihkan akan menimbulkan efek gores di piringan atau brake pad.

4. Untuk sistem pengereman hidrolik, pemeriksaan rutin dianjurkan minimal setiap kendaraan sudah menempuh jarak 40.000 kilometer.

5. Kemudian kapan proses penggantian komponen. Anda bisa mengetahui indikasinya saat berkendara, yakni jika saat pengereman timbul getaran yang lebih dari biasanya saat mengerem.

Saat menginjak pedal rem lebih dalam dari biasanya serta muncul bunyi berdecit saat menginjak rem. Ketika semua faktor itu muncul, sudah saatnya melakukan penggantian komponen seperti master, kanvas atau break pad.

Sistem pengereman itu terbagi dua, yakni Non- ABS dan sudah dilengkapi fitur ABS (sistem rem anti terkunci). ABS adalah teknologi rem yang mampu menghindari terkuncinya rem pada saat dilakukan pengereman sekaligus. Sedangkan non- ABS sebaliknya.

Untuk sistem rem non -ABS, dianjurkan melakukan pengereman secara bertahap atau dikocok dalam kondisi kendaraan melaju cepat, agar tidak terjadi overheat saat pegereman. Karena, jika rem sampai terkunci, efeknya, kendaraan tidak bisa dikendalikan, saat setir dibelokan ke kiri mobil malah akan ke kanan dan sebaliknya.

Jadi, jangan remehkan sistem pengereman di kendaraan. Karena, kinerja penge- reman sangat menentukan tidak hanya keselamatan Anda tapi juga pengendara lain atau orang yang berada di sekitar. (E-002/BBS)***