Program Strategis PDAM Tirtawening Dalam Memberi Pelayanan Air Minum

22

BISNIS BANDUNG – Dalam upaya meningkatkan cakupan pelayanan air minum di Kota Bandung sesuai dengan kesepakatan antara Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat yang tertuang dalam MOU NOMOR : PR.01.030A/87A, 119/550/Kim, 119/230.A/Dispertasih, 616/1017-Bapp Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Perkotaan Bandung Raya Wilayah Selatan.

PDAM Tirtawening Kota Bandung telah menandatangani kontrak untuk pembangunan jaringan distribusi utama yang akan digunakan untuk mendistribusikan air minum diwilayah Blok Tegalega, khususnya yang berada di wilayah yang mencakup empat Kecamatan yakni ; Kecamatan Bojongloa Kidul, Kecamatan Bandung Kidul, Kecamatan Regol dan Kecamatan Astana Anyar dengan delapan Kelurahan didalamnya antara lain ; Kel. Wates, Mengger, Batununggal, Cigeureuh, Mekarwangi, Cibaduyut, Kebolega dan Kel Karasak.

Air minum tersebut di produksi oleh PT Tirta Gemah Ripah dan di beli produksinya sebanyak 200 L/D oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung untuk dapat melayani 16.000 sampai 20.000 pelanggan atau sekitar 80.000 sampai 100.000 jiwa ( asumsi 1 sambungan rumah sebanyak 5 jiwa )

Pembangunan JDU di mulai dari Januari s.d Maret 2018 dengan metode pelaksanaan pemasangan pipanya sebagian besar dengan cara HDD ( Horizontal Directional Drilling ) atau BOR dan hanya sebagian kecil saja dengan metode opencut beberapa wilayah yang relatif tidak terlalu padat lalu lintas.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh PT Syafa Abadi sebagai Pemenang Lelang Pengadaan Secara elektronik ( LPSE ) yang dalam prosesnya di bentuk oleh bagian Layanan Pengadaan ( Balap ) Kota Bandung , didampingi Tim TP4D Kejaksaan Negeri Bandung.

Terkait hal tersebut, PDAM Tirtawening Kota Bandung memohon maaf serta mohon kerjasamanya dari semua pihak terutama masyarakat Kota Bandung yang akan terganggu oleh kegiatan ini, sehingga proses pelaksanaan pekerjaan ini bisa lancar dan tepat waktu.

PEMBANGUNAN IPA CIKALONG
Selain itu ,Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikalong kapasitas 700 l/d akan berkelanjutan dengan Pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Gede Bage, dimulai dari titik offtake di wilayah Komplek Margahayu Raya, Komplek Mekarjaya/Bododgol, Komplek Cipamokolan, Komplek Adipura, Komplek Cempaka Arum.

Dengan terealisasinya IPA Cikalong 700 l/d setara dengan 70.000 SR dengan Asumsi 1 Sambungan Rumah (SR) sebanyak 5 jiwa akan dapat melayani sebanyak 350.000 jiwa di wilayah Blok Gede Bage.

Rencana pekerjaan fisik pembangunan IPA Cikalong diperkirakan memakan waktu sekitar 365 hari dengan menggunakan metode Rancang dan Bangun (Design & Build). Lokasi pembangunan IPA Cikalong di Bak II Prasedimentasi Desa Cikalong Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung.

Dalam proses kajian kelayakan IPA Cikalong, perijinan dan proses lelang didampingi oleh Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.Pelaksanaan Pekerjaan Jasa Konstruksi Terintegrasi Rancang Dan Bangun Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Cikalong yang bertempat di Kantor Pusat PDAM Tirtawening Kota Bandung sebagai salah satu Program Strategis PDAM Kota Bandung, berfungsi untuk memberikan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Bandung.

Khususnya yang berada di wilayah yang meliputi lima Kecamatan, yakni ; Kecamatan Gede Bage, Cinambo, Rancasari, Buah Batu dan Kecamatan Panyileukan.
Pelaksanaan Pekerjaan Jasa Konstruksi Terintegrasi Rancang Dan Bangun Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Cikalong akan dilakukan oleh Utama PT. Karaga Indonusa Pratama selaku perusahaan pemenang lelang melalui Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bagian Layanan Pengadaan (BALAP) Kota Bandung.

Dengan pelaksanaan program ini , masyarakat di wilayah diharapkan dapat menikmati air minum yang sudah lama dinantikan dengan kualitas sesuai standar kesehatan.
Dalam proses adminitrasi dokumen program strategis melibatkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) Kejari Kota Bandung dan permohonan Probity Audit oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bandung, Yudhi Kurniawan, SH., MH, selaku Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) Kejari Kota Bandung, mengapresiasi langkah Direksi PDAM Tirtawening Kota Bandung yang telah melibatkan TP4D sejak awal rencana kegiatan .

“Sehingga kami dapat memberikan penerangan hukum terkait materi tentang perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, perizinan, pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara. Karena kami memiliki tugas dan fungsi untuk mengawal mengamankan dan mendukung keberhasilan pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan preventif dan persuasif, “ ujar Kasi Intel yang dirilis Subid. Humas PDAM Tirtawening Kota Bandung yang diterima BB , Rabu (11/1/18).

Dikemukakan Yudhi, Kejaksaan tidak berperan sebagai pemadam kebakaran.Jangan sesudah muncul masalah pada pertengahan atau menjelang berakhirnya kegiatan, baru melibatkan Kejaksaan untuk melaksanakan TP4D.

Sedangkan, Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sony Salimi menyampaikan implementasi pemasangan JDU SPAM Regional Blok Tegallega dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikalong 700 Liter/Detik . “Pelayanan ini sebagai bukti dukungan kerja besar dari Walikota Bandung melalui Pemerintah Kota Bandung dan Lembaga Legislatif DPRD Kota Bandung, karena tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan PDAM melalui peningkatan cakupan pelayanan air minum tetapi juga peningkatan indeks kebahagian warga Kota Bandung,” ungkap Sony. ***