Rp 12 T Dana Desa Mengendap

197

SAMPAI 31 Desember 2017, masih terdapat sekira Rp 12 triliun dana desa yang tidak terserap. Dana sebesar itu masih mengendap di kas pemerintah daerah. Dari pagu anggaran Rp 60 triliun, yang dicairkan pamong desa baru Rp 48 triliun lebih. Dana yang disediakan pemerintah pusat untuk kepentingan pembangunan di desa itu, tahun 2017 tidak terserap semuanya.

Pemerintah pusat mengalokasikan dana desa tahun 2017 untuk 74.010 desa di 434 daerah. Dana itu disalurkan dari Kementrian Keuangan ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN) kemudian disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Pemerintah daerah mengalirkan dana dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD). Kemenku menyalurkan dana tersebut dalam dua tahap. Tahap I pagu anggaran Rp 36 teriliun mulai bulan April. Tahap II bulan Agustus Rp 24 triliun.

Dana tersisa Rp 12 triliun itu, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, seperti dimuat KOMPAS 8/1, dapat membiayai pembangunan 42.000 meter jembatan. Apabila digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan, dana itu dapat digunakan membangun 72.000 ruang kelas SD atau memberi subsidi beras bagi 8,75 juta rakyat miskin. Dana itu mempu memberi beasiswa bagi 12 juta siswa SMA.

Sejak awal digulirkan dana desa itu menimbulkan kegamangan bagi para pamong desa. Mereka bingung bagaimana cara menggunakan uang yang sangat besar untuk ukuran desa. Selama ini mereka belum pernah melihat apalgi menggunakan dana di atas Rp 100 juta. Akibatnya banyak desa yang memilih tidak mencairkan dana desa itu.

Hal itu justru menghambat pembangunan berbasis desa yang digagas dan ditetapkan pemerintah. Desa yang sedianya dapat segera bangkit, mandiri, dan menye- rap tenaga kerja sehingga urbanisasi tidak terlalu deras, tidak secara serempak mencapai tujuan itu.

Tampaknya para pamong desa masih membutuhkan waktu, pembelajaran, pendampingan, disertai keberanian melangkah. Sumber daya manusia desa, khusunya yang cakap dalam mengelola pembangunan di daerahnya, tidak ada. Banyak pemuda desa yang menetap di kota dan tidak punya niat kembali ke desa, bersama-sama warga desa memabangun kampung halamannya.