Wulan Ekasari Andriyani, SE.,Turun Naiknya Proses Usaha Jadikan Sebagai Pembelajaran

135

Wulan Ekasari Andriyani, SE., adalah founder sekaligus owner dari usaha kerudung batik eksklusif, kelahiran Bandung 20 Maret 1984. Ia merupakan anak dari pasangan Dadang Tatang Badri (60), dan Elin Herliyani Spd.(56).

Istri dari Ronny Indra Putra (38) ini menuturkan bahwa, usahanya memproduksi kerudung dimulai pada tahun 2013, dan merupakan usaha yang ke enam, setelah usaha-usaha sebelumya di bidang kuliner tidak berjodoh.

Diakui oleh Wulan bahwa, sejak awal, dalam menjalani usahanya, ia sudah berprinsip untuk tidak memakai modal pinjaman dari bank. Ide untuk menjalankan usaha pembuatan hijab ini berasal dari kakak iparnya, yang telah lebih dulu memulai usaha di bidang craft, dengan pemasaran melalui pameran di mall.

“Modal awal usaha ini adalah Rp 1.750.000, tabungan yang dari hasil pekerjaan sebelumnya di salah satu retail besar di Indonesia, dengan jabatan sebagai HRD,” cerita Wulan pada akhir pekan lalu kepada BB.

Ketertarikannya untuk menjadi pengusaha, berkaitan juga dengan latar belakang keluarga besarnya, karena ayah dan suaminya merupakan pengusaha juga.

Alasan Wulan memilih usaha fashion/hijab adalah, karena dirinya lebih tertarik kepada dunia fashion. Kemampuan untuk memproduksi / mendesain hijab dipelajarinya dari sosial media maupun lingkungan.

Ibu dari Sulthan Kaysan Farshad (6) ini mengaku bahwa, dalam sebulan ia mampu memproduksi 350 pieces daily hijab dan 150 hijab batik, dengan menggunakan bahan baku lokal namun berkualitas, dengan nama Zafira Hijab yang mempunyai arti ‘ratu keberuntungan’.

Saat ini, ia memperkerjakan 3 orang tenaga kerja, ditambah 2 orang tenaga admin online. Tenaga kerja yang diperkerjakannya harus memiliki keahlian khusus dibidangnya.

Segmen pasarnya ditujukan untuk kalangan menengah ke atas. Produk hijab Zafira dibandrol seharga Rp 10.000 – Rp 150. 000, sedangkan Zhafiluna Rp 150.000 – Rp 350.000.

Pemasarannya dilakukan melalui online dan  juga melalui event pameran. Terakhir untuk brand Zhafiluna juga diikut sertakan dalam event Pelangi Nusantara 5. Untuk export belum ada, tetapi pernah mendapatkan respon positif ketika sedang mengikuti pameran di Kuala Lumpur Malaysia.

Omzet perbulannya mencapai sekitar Rp 90 juta.  Dengan produk yang berkualitas, akan dapat memberi kenyamanan bagi para konsumen.

Wulan juga mengungkapkan bahwa, produk hijab Zafira memiliki banyak pesaing, namun untuk produk Zhafiluna, masih sedikit pengusaha yang menekuni produksi kerudung batik eksklusif. Kerudung batik yang diproduksi oleh Wulan, dibuat dengan motif yang simpel, sehingga berkesan tidak kaku.

Produk Zafira hijab, memiliki beberapa reseller aktif dan selalu melakukan repeat order.  Sedangkan untuk produk Zhafiluna, karena berupa produk eksklusif, maka hanya dipasarkan melalui event-event besar seperti Pelangi Nusantara, dan mendapatkan respon positif yang disertai repeat order.

Selain sebagai pengusaha, Wulan Ekasari Andriyani, SE. juga aktif di beberapa komunitas serta turut menjadi pengurus komunitas, di antaranya IPEMI dan Tailor Indonesia Divisi Bandung.

“Agar produk kita tetap berdaya saing, maka sebagai pengusaha / pelaku usaha, kita harus senantiasa  jeli melihat peluang serta tren model, dan juga terus belajar tentang fashion. Mengenai turun naiknya usaha, jadikanlah semua itu sebagai  proses pembelajaran,” ungkap penganut motto hidup Menjadi umat yang bermanfaat’ ini dalam mengakhiri obrolannya kepada BB.

(E-018)***