Kreatifitas Sosok Warga Jatiroke Membuat Berbagai Miniatur Berbahan Bambu

136

BISNIS BANDUNG – Kreasi anak negeri seakan tidak ada habisnya, dari berbagai macam bahan bekas maupun baru, bisa menghasilkan karya seni yang bernilai ekonomis bila dimanfaatkan dan diolah dengan baik. Seperti  dilakukan Roni Irawan warga Kampung Jatiroke, Desa Jatiroke, Kec. Jatinangor, Kab.Sumedang yang menjadikan bambu jadi benda yang memiliki nilai seni dan bernilai ekonomis.

Beragam miniatur unik  berbahan  bambu yang diproduksinya, seperti miniatur perahu layar, miniatur Vespa, miniatur  Harley Davidson dan  lainnya.

Roni Irawan yang rumahnya berjarak tempuh sekitar lima menit dari kawasan pendidikan Jatinangor , selain bisa menghasilkan hasil karya seni , usahanya ini dapat meningkatkan nilai jual bambu yang awalnya satu batang bambu dijual hanya seharga Rp 10.000, tapi setelah melalui kreasi seni Roni , bisa terjual paling murah seharga Rp 20.000 sampai Rp 30.000.

Batang bambu , selama ini dikenal banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, di antaranya dijadikan bahan  kursi , tempat nasi , alat untuk membersihkan gabah, dinding rumah dan tiang rumah panggung, jembatan gantung , bahkan digunakan untuk alat musik angklung (walau jenis bambunya beda-red)   .

Roni mengatakan, semula dirinya berprofesi sebagai pembuat sangkar burung di Kuningan, saat sedang bekerja, dirinya didatangi oleh seorang PNS ( teman bos saya ) sambil membawa kayu potongan kusen sekantong plastik, dia mengatakan ; “ kamu bisa gak kalau membuat miniatrur berbahan limbah “.

“Saya pun mencoba membuatkan benda sesuai pesanan  orang tersebut,  sekantong kresek limbah tersebut , dibuat menjadi dua miniatur Harley Davidson dan satu maket panggung alat musik degung.”kata Roni saat ditemui BB di bengkel kerjanya, Jumat pekan lalu.

Roni bercerita , jika membuat miniatur dari bahan bambu  merupakan imajinasinya . Saat dirinya merantau ke Makassar, dia melihat seseorang tengah membuat miniatur perahu dan dan miniatur lain berbahan bambu.

“Saya melihat secara seksama cara membuat perahu tersebut, dan sewaktu saya pulang ke Jatinangor , saya mulai memperaktikannya dengan mencoba membuat miniatur perahu dan miniatur lainnya. Hasilnya yang bisa dipasarkan seperti sekarang ini,” tutur Roni.

Bila kita berkunjung ke tempatnya untuk memesan miniatur yang diinginkan, Roni siap membantu dan mengerjakannya, tetapi dengan syarat harus bersabar karena pengerjaannya tidak mudah , selain banyak yang memesan sebelumnya.

Soal harga Roni tidak mematok terlalu mahal untuk miniatur yang dibuatnya, tergantung dari tingkat kesulitan dalam pembuatan. “Miniatur perahu ukuran besar saya jual seharga Rp 850.000, membuat satu miniatur perahu, baru selesai selama lima hari, kalau Harley bisa tiga hari, kalau miniatur becak paling satu hari , dijual Rp 100.000,“ ungkapnya.

Roni menuturkan , pada tahun 2015 dirinya pernah menerima bantuan dari Pemkab Sumedang , saat menjadi juara pada pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan HUT Kab. Sumedang.

Bantuan berupa barang, seperti mesin bor, kompresor, dan bantuan tersebut  sebagai tanda terima kasih atas keikutsertaan dalam pameran pada  hari jadi  Kab.Sumedang. “Namun kalau untuk bantuan modal, saya belum pernah menerimanya.

Pihaknya berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk masalah permodalan, karena keinginan memberdayakan para pengguran di daerah , agar mereka  punya penghasilan dan kesibukan dengan cara mengajarkan membuat karya seni sesuai  kemampuan saya,” ucap Roni mengungkapkan keinginannya.(E010)