Ditetapkan Jadi Unesco Global Geopark Harus Terasa Manfaatnya oleh Masyarakat

48

BISNIS BANDUNG– Unesco telah menetapkan Geopark Ciletuh sebagai Unesco Global Geopark. Terkait hal ini, pemerintah harus fokus pada pembenahan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat agar Geopark Ciletuh benar-benar bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan masyarakat luas.

“14 rekomendasi Geopark dari Unesco ini sebuah momentum yang perlu disyukuri karena tidak semudah itu dapat pengakuan dari Unesco , pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat bersyukur. Kita bersama-sama optimal, fokus pada kebutuhan lainnya seperti pariwsata,”ujar Deddy di Gedung Sate, Selasa (16/1). .

Menurutnya, Geopark selain edukasi, konservasi, keterlibatan ekonomi harus terasa oleh masyarakat. Selain keberpihakan infrastruktur untuk Geopark.

“Kebutuhan bandara untuk mendukung Geopark Ciletuh , saya kira  urgen karena belum ada tol kesana, adapun tol pada 2019 nanti hanya untuk menuju Kota Sukabumi, sementara ke Kabupaten Sukabumi perlu ada bandara,”ujar Deddy.

Dikemukakan Deddy , dengan adanya bandara di wilayah Geopark akan mempersingkat waktu perjalanan, terlebih ada BIJB yang nanti waktu tempuhnya cukup memakan waktu 1 jam saja. Terkait lokasi bandara , ada dua pilihan antara di Cikembar atau Citarate.

“Selain bangun bandara, daerah sekitarnya akan dikembangkan jadi  daerah pengembangan baru Untuk nilai investasi, belum muncul. Namun sudah ada beberapa calon investor yang tertarik untuk membangun bandara di Cikembar atau Citarate,” ungkap Deddy.

Kawasan Geopark memiliki areal sangat luas,  mencakup delapan wilayah  kecamatan dengan total luas 1.261 km2. Objek wisatanyanya lebih dari 50.

Tapi buat wisatawan  yang hanya punya waktu pada akhir pekan, cukup mengunjungi 7 objek favorit di zona inti di Kecamatan Ciemas. Mulai dari kawasan Panenjoan berada di pinggir jalan, Desa Taman Jaya, dengan ketinggian 300-an mdpl.

Lokasinya sudah dibuat rapi dengan pagar pembatas di tepi tebing, menara-menara maupun teras-teras pandang, serta ada tulisan Panenjoan. Amfiteater alam raksasa Ciletuh dapat terlihat utuh dari sini.

Dinding tebing setengah lingkaran yang menghadap Laut Selatan seakan melindungi persawahan, perbukitan, serta perkampungan warga di bawahnya.

Tampak dari kejauhan garis Pantai Palangpang di Desa Ciwaru menjadi basecamp paling strategis untuk mengeksplor Geopark Ciletuh di zona intinya.

Begitu melewati tempat pelelangan ikan sudah terlihat hamparan pasir pantai di kiri jalan serta beberapa penginapan yang berada di kanan  kiri jalan, termasuk warung-warung di tepi pantai.

Kemudian tak kalanh memukaunya adalah keberadaan  Curug (air terjun-red) yang terlihat  bagian atasnya dari Pantai Palangpang. Terletak  di Desa Ciwaru, pada aliran Sungai Cimarinjung dengan ketinggian lebih dari 50 meter.

Oleh masyarakat sekitar  , curug tersebut disebut  Curug Goong karena pada hari tertentu sering terdengar suara gong yang menurut legenda,  gong tersembunyi curug , peninggalan keraton alam gaib.

Curuh lain yang patut dikunjungi karena super keren. Kekhasan curug ini  tampak pada aliran airnya yang sempit di bagian atas, lalu membentur latar batu di bawahnya, hingga menimbulkan aliran air baru yang melebar.

Curug ini juga terletak di Desa Ciwaru. Sering juga disebut Curug Kembar karena ada dua aliran curug bersebelahan, setinggi kurang lebih 20 meter. Jauh di atasnya ada Curug Cikanteh.

Saat debit air tak terlalu besar akan terlihat di baliknya ada gua (sodong). Tapi jangan sembarangan masuk kecuali Anda bersama pemandu lokal . Selain kembar, ciri khas curug ini adalah adanya batu besar nangkring yang ditopang batu kecil di puncak di antara aliran dua curug tersebut.

Ada lagi Curug  cantik  seperti Niagara , namanya Curup Awang , tingginya curug sekitar 40 meter, lebar kira-kira 60 m dengan dinding air terjun berupa bebatuan coklat. Di sekitar aliran airnya ada sawah yang dihiasi bebatuan purba.

Berada pada aliran Sungai Ciletuh, di bawah Curug Awang, 300 meter ke arah hilir ada Curug Tengah (tingginya 5 m) dan di bawahnya lagi (500 m dari Curug Tengah) ada Curug Puncak Manik (100 m). (B-003) ***