Rumah Adat Kadal Depa Budaya Sunda di Panenjoan Rancakalong

169

Kabupaten Sumedang , sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Bandung. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.Aksebilitas menuju Kabupaten Sumedang sudah cukup baik,selain menggunakan kendaraan pribadi,transportasi umum tidak sulit diperoleh.Sumedang dikenal sebagai salah satu daerah yang masih memegang teguh adat dan tradisi Sunda.

Ini bisa dimaklumi karena pada masa lalu Sumedang merupakan salah satu pusat kebudayaan Sunda yang dikenal dengan  kerajaan Sumedang Larang.

Potensi alam Kabupaten Sumedang,tidak jauh berbeda dengan wilayah kabupaten lainnya di Jawa Barat, hanya saja Sumedang tidak memiliki laut sebagai sumber kekayaan alam.

Bila dilihat dari potensi wisata,Sumedang kaya dengan potensi wisata Budaya,terutama yang berhubungan dengan prosesi adat Sunda.Untuk potensi wisata alam, Sumedang memiliki beberapa destinasi unggulan , misalnya beberapa air terjun serta agrowisata.

Dalam perjalanan Mandalawangi kali ini mengarah ke sebuah potensi wisata di wilayah Kecamatan Rancakalong,tepatnya di wilayah Desa Pasir biru.

Dari pusat kota Sumedang bisa ditempuh dengan  kendaraan roda empat selama satu jam perjalanan.Aksebilitas jalan cukup bagus dengan kontur jalanan berkelak kelok.Destinasi wisata ini dinamakan wisata Penenjoan yang dikembangkan oleh masyarakat setempat dibantu Pemkab Sumedang.

Daya tarik utama Panenjoan , terletak pada pemandangan alam yang indah serta segarnya udara pegunungan. Para pelancong banyak datang dari berbagai daerah .Biasanya para pelancong ramai berdatangan pada hari libur atau akhir pekan,sedangkan hari biasa tidak begitu ramai.

Fasilitas penunjang wisata di obyek ini sudah cukup bagus,terdapat penjual makanan  minuman dan sarana parkir luas,selain  tersedia  sarana ibadah.Keunikan lain dari tempat ini adalah adanya kompleks Rumah Adat Sunda “julang ngapak” dan “kadal depa”,pembangunan komplek rumah adat ini dibantu oleh salah satu bank BUMN.

Setiap tahun lokasi ini dijadikan tempat upacara adat Ngalaksa.Inilah daya tarik utama wisata Panenjoan,pada saat dilaksanakan upacara adat ngalaksa ribuan orang memadati komplek tersebut.

Upacara Ngalaksa selalu ditunggu oleh para pelancong dari berbagai daerah,karena kesakralan prosesinya. Bagi para pelancong yang menyukai swafoto terdapat spot menarik untuk melakukannya yaitu menara pandang.

Menara pandang ini memiliki latar kawasan pegunungan Sumedang,bila kita melakukan swafoto di tempat ini jajaran perbukitan menghijau sebagai latar akan membuat hasil foto kita cantik mempesona. (E-001) ***