Rendiana Awangga, SIP. “Kebaikan yang Kita Berikan akan Kembali Kepada Kita”

500

Rendiana Awangga, SIP., kelahiran Bandung 20 Oktober 1984, adalah anak dari pasangan H.M. Deden Sudarmawan (68) dan Hj. Rina Surayani (62). Ia bekerja sebagai pengusaha angkutan, sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua AMS Distrik Kota Bandung, juga bertugas sebagai Sekretaris DPD Partai Nasional Demokrat Kota Bandung, serta anggota Dewan Penasihat Kompepar Kota Bandung.

Rendiana saat ini juga duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung. Sebelum ia menjadi anggota legislatif, latar belakang hidupnya adalah sebagai seorang pengusaha angkutan, serta penggiat sosial dalam beberapa organisasi kemasyarakatan.

Menjelang tahun 2012, banyak warga di lingkungan sekitarnya mendorong Rendiana untuk maju menjadi anggota dewan, sampai akhirnya ia bertemu dengan salah seorang temannya sesama pengusaha angkutan, yang menjadi Ketua Partai Nasional Demokrat Kota Bandung.

Rendiana ditawari untuk mencalonkan diri menjadi anggota dewan dan  pengurus partai di Kota Bandung, yakni sebagai Wakil Sekretaris.

“Karena saya menilai bahwa, sebanyak apapun saya mencoba untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik, semua itu tidak akan efektif dan optimal apabila saya tidak berada di dalam sistem,” tutur Rendiana akhir pekan lalu kepada BB.

Latar belakang keluarga Rendiana Awangga tidak ada yang berhubungan dengan perpolitikan, dan semuanya murni hanya sebagai pengusaha.

Pengetahuan tentang panggung politik, didapat dari banyak diskusi dengan para politisi senior maupun tokoh masyarakat, dan juga ia sering membaca buku politik serta biografi para negarawan, selain melalui internet untuk mendapatkan referensi yang lebih banyak soal politik.

Kang Awang mengaku bahwa, selama ia berkecimpung di bidang politik, ia bisa melaksanakan tugas untuk merealisasikan beberapa aspirasi yang terkait pembangunan infrastruktur kewilayahan, bersama-sama dengan eksekutif dan perangkat dewan, selain ia membahas dan menyelesaikan Raperda tepat waktu.

Selama Rendiana berkecimpung dikancah politik, ia juga ikut terlibat dalam proses pembahasan kebijakan, yang berdampak terhadap perbaikan kondisi masyarakat. “Pengalaman negatifnya adalah, sering mendapat stigma negatif terhadap anggota dewan,” ungkapnya.

Rendiana Awangga selain menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandung maupun sebagai pengusaha angkutan, ia juga menjabat sebagai Ketua Bale Sawala (Komunitas Sosial), serta sebagai Wakil Ketua AMS Distrik Kota Bandung.

“Tugas di DPRD menjadi prioritas utama saya, karena menyangkut khalayak banyak. Saya membagi waktu dengan cara menyusun prioritas, serta mengatur waktu seoptimal mungkin,” ungkap Rendiana.

Penganut moto hidup “Kebaikan yang Kita berikan pada akhirnya akan kembali kepada Kita” ini mengatakan bahwa, ia kini tengah memperjuangkan Raperda tentang Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan.

Raperda yang akan berlaku selama 30 tahun itu, diharapkan bisa menjadi pedoman bagi semua stakeholder, dalam mengambil kebijakan yang terkait drainase dan penanganan banjir di Kota Bandung.

“Targetnya, Raperda itu harus terealisasi sebelum masa jabatan habis. Kendala yang dihadapi adalah, masih banyaknya yang belum memahami urgensi terkait Raperda tersebut, sehingga sulit untuk mendapatkan support penuh, baik dari internal DPRD maupun dari pihak eksekutif,” ungkapnya.

Usulan dari Rendiana secara pribadi dalam kedudukannya sebagai politisi adalah, hendaknya kita semua bisa mengesampingkan kepentingan pribadi, golongan maupun kelompok, untuk mengembangkan dan membangun Kota Bandung yang tercinta ini.

“Semua harus dapat berpikir secara obyektif untuk kepentingan masyarakat Kota Bandung,” pungkas penggemar warna hitam ini menambahkan.   (E-018)***