Menjaga Suhu Kabin Tetap Adem

189

Parkir mobil di tempat terbuka di tengah teriknya matahari akan membuat suhu di dalam kabin menjadi lebih tinggi dari pada suhu luar kabin. Hal ini disebabkan karena material yang ada di dalam mobil dapat menyimpan panas seperti dashboard, jok, door trim dan komponen lainnya. Lalu, sinar matahari yang menembus langsung dari kaca mobil dan rambatan panas atap mobil sampai ke plafon juga dapat menaikkan suhu yang ada di dalam kabin.

Setelah mobil terpapar panas dalam waktu yang cukup lama, pemilik atau pengendara  yang akan melanjutkan perjalanan pasti merasakan udara yang panas dan pengap di dalam mobil jika langsung menutup pintu mobilnya.

Akibat dari udara panas tersebut, maka air conditioner (AC) akan bekerja lebih keras karena harus mendinginkan suhu udara yang panas menjadi suhu udara yang dingin. Selain AC yang bekerja lebih keras, waktu yang diperlukan untuk mendinginkan suhu kabin juga akan lebih lama.

Ada cara yang paling efektif dan efisien adalah mengurangi panas yang berlebihan pada kabin mobil anda sebelum menghidupkan AC. Caranya dengan membuka setengah atau sepenuhnya kaca mobil beberapa saat setelah masuk mobil agar uap panas di dalam mobil dapat keluar terlebih dahulu.

Untuk hasil yang lebih  maksimal, jalankan mobil beberapa meter dalam kondisi kaca tetap terbuka agar udara panas dalam mobil benar-benar keluar. Setelah itu, Anda dapat menghidupkan AC setelah tidak merasa pengap karena udara panas. Perlu diperhatikan saat membuka kaca penuh ini tentu dengan catatan tidak hujan dan tidak berdebu.

Setelah mobil dijalankan dan AC sudah dihidupkan, secara bertahap tutup kembali kaca bagian depan kiri dan kanan. Sementara biarkan kaca belakang dalam kondisi terbuka kurang-lebih 5 cm untuk mengeluarkan sisa-sisa uap panas yang masih tersisa di dalam mobil.

Setelah dirasa sudah tidak ada uap panas lagi di dalam mobil, tutup semua kacanya dan anda dapat menikmati udara segar dari hembusan AC mobil. (E-002/BBS)***