AISI : Target Penjualan Motor 2018 Sebesar 6,1 Juta Unit

68

Penjualan sepeda motor domestik mencapai 5.886.103 unit pada 2017, turun 0,7% dari 2016 sebanyak 5.931.285 unit. Jumlah itu sedikit di bawah target yang dipatok Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sebanyak 5,9 juta unit.

Pasar sepeda motor domestik sebenarnya membaik memasuki paruh kedua tahun 2017.  AISI menaikan target penjualan motor dari 5,75 juta unit menjadi 5,9 juta unit. Namun, jebloknya penjualan pada Desember 2017 membuat target baru AISI tak tercapai.

Berdasarkan data AISI, penjualan motor pada Desember 2017 hanya 415.996 unit, terendah sejak Juni 2017. Jumlah itu melorot 24,4% dari November 2017 sebanyak 550.303 unit dan 5% dari bulan sama 2016 sebanyak 437.764 unit. Hal itu dipicu pendeknya hari kerja pada bulan Desember 2017 seiring dengan adanya libur Natal dan menjelang Tahun Baru 2018.

Sementara itu, ekspor sepeda motor mencapai 431.187 unit. Secara total penjualan domestik maupun ekspor mencapai 6.317.290 unit, naik 1,64% dibandingkan 2016 sebanyak 6.215.350 unit. Data itu menyebutkan, Honda mencetak penjualan 4.385.888 unit, tertinggi di Indonesia, dengan pangsa pasar 74,5%, diikuti Yamaha 1.348.211 unit, Kawasaki 78.637 unit, Suzuki 72.191 unit, dan TVS 1.176 unit.

Segmen motor terlaris masih dipegang skuter otomatik (skutik). 2017, penjualan skutik mencapai 4.848.540 unit atau 82,37%, diiikuti sport 541.159 unit (9,2%), bebek 496.104 unit (8,43%). Skutik diminati lantaran praktis dan cocok dengan kondisi jalanan di perkotaan. Selain itu, saat ini, skutik makin irit bahan bakar, seiring dirilisnya teknologi injeksi.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala menilai, penjualan motor domestik tahun lalu cukup baik, walau sedikit di bawah target. Karenanya, AISI sempat mengoreksi target penjualan menjadi 5,75 juta unit dari 5,9 juta unit, seiring jebloknya penjualan semester I. Hal itu salah satunya dipicu kenaikan biaya pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, seperti BPKB dan STNK.

Tahun 2018 ini, AISI menargetkan penjualan motor domestik berkisar 6-6,1 juta unit. Target ini realistis, jika melihat kondisi penjualan yang mulai stabil semester II-2017. Target tersebut bisa tercapai asalkan situasi tetap kondusif, terutama di tahun politik. Sementara itu, ekspor ditargetkan naik 30-40%, karena produk Indonesia masih cukup kompetitif untuk bersaing di pasar global.

“Pemerintah sudah berjanji tidak ada kenaikan harga listrik dan BBM. Selain itu, tidak ada kenaikan biaya pengurusan STNK ataupun BPKP, sehingga diharapkan bisa membangkitkan daya beli,” ujar Sigit Kumala. (E-002)***