Kenali Gejala Shock Absorber yang Melemah

118

Shock absorber mempunyai tugas untuk meredam kejutan pada kendaraan , sehingga saat mobil melewati jalan yang bergelombang, berlubang, menikung, menanjak atau menurun, penumpang yang ada di dalamnya tetap nyaman. Shock absorber juga tidak bekerja sendiri, ditunjang oleh komponen lain seperti coil spring, lower arm, stabilizer dan lainnya sehingga guncangan atau kejutan dapat diredam dengan baik.

Dari komponen suspensi yang ada, shock absorber adalah komponen yang cukup berpengaruh jika terjadi kerusakan karena penumpang akan merasakan dampaknya secara langsung. Kerusakan pada shock absorber juga termasuk yang sering terjadi dibandingkan dengan komponen suspensi lainnya.

Seperti yang dikutip dari laman Astraworld, agar pengguna mobil dapat lebih memperhatikan komponen suspensi terutama shock absorber, berikut tanda-tanda atau gejala kerusakan yang bisa terjadi:

  1. Terjadi kejutan / guncangan yang keras saat melewati lubang atau jalan bergelombang yang dapat mengurangi kenyamanan penumpangnya dan jika terlalu ekstrim dapat menyebabkan sakit tulang.
  2. Handling mobil saat melaju berkurang dan tidak stabil disaat melewati marka jalan atau jalan bergelombang. Jika sudah tidak berfungsi sama sekali dapat menimbulkan bunyi di bagian shock absorber yang sudah rusak.
  3. Secara fisik dapat ditandai dengan keluarnya oli dari shock absorber yang sudah rusak, semakin lama semakin banyak oli yang akan keluar. Jika oli di dalam shock absorber habis akan mengakibatkan tidak berfungsinya shock absorber sama sekali.
  4. Proses penipisan permukaan pada ban mobil tidak rata, terutama pada bagian roda yang shock absorbernya rusak. Hal tersebut dapat berdampak pada ban dikarenakan terlalu lama di abaikan sehingga menimbulkan efek yang berbahaya pada ban.
  5. Pada kondisi mobil yang sedang parkir / diam, berikan tekanan dengan tangan pada salah satu body mobil akan terlihat lebih mengayun. Namun pengecekan seperti ini perlu keahlian khusus karena harus teliti dalam melihat ayunan dan tingkat kelembutannya.

Jika sudah dapat mengenali tanda kerusakannya dan memang benar terjadi pada kendaraan anda, segaralah lakukan pergantian di bengkel langganan Anda agar kendaraan tetap aman dan nyaman dikendarai.

Lalu untuk menjaga dan merawat shock absorber dapat dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi penggunaan di jalan yang berlubang dan tidak sering-sering berkendara dengan muatan yang berlebihan. (E-002/BBS)***