Warga Kecam Tindakan Arogan Perwira Polisi

175

Unjuk rasa ratusan warga di kabupaten Cianjur, Rabu siang, berjalan ricuh. Kericuhan terjadi  karena seorang warga menghina para pengunjuk rasa, saat massa menuju ke gedung dewan. Ratusan warga tersebut menuntut oknum perwira Polres Cianjur diberhentikan dari kepolisian, karena arogan saat bertugas.

Kericuhan terjadi di jalan Kiayi Haji Abdullah bin Nuh kota Cianjur, Rabu siang. Massa yang tergabung dalam persatuan warga Cianjur peduli polri, tiba-tiba baku hantam dengan seorang warga.

Massa tidak terima ucapan seorang warga kepada para pengunjuk rasa yang melintas menuju gedung DPRD Cianjur.

Kericuhan akhirnya berhenti, saat koordinator aksi melerai. Massa yang terdiri dari supir angkot, mahasiswa, dan ormas, kemudian menuju gedung DPRD Cianjur, untuk bertemu komisi satu DPRD Cianjur.

Dalam audiensi kali ini, kepolisian juga dihadirkan untuk memberi keterangan terkait tindakan arogan oknum perwira polres Cianjur, saat bertugas. Menurut kordinator aksi, kedatangan mereka ke gedung DPRD.

Untuk mengadukan tindakan arogan oknum perwira polres Cianjur, yang selalu di luar prosedur dalam bertugas, dan memakai kekerasan.

Para pengunjuk rasa juga membawa seorang warga korban tindak kekerasan perwira tersebut. Para pengunjuk rasa pun berharap, kepolisian bekerja secara propesional, serta mengayomi masyarakat.

Sementara itu, pihak polres Cianjur yang juga hadir dalam audiensi, diwakili kepala bagian Operasional Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, pihaknya akan melaporkan hasil pertemuan dengan pengunjuk rasa kepada pimpinan, dan selanjutnya akan ada penindakan.

Heri Setiawan, Bandung TV.